Tangkap 12 Waria, Kapolres Aceh Utara Malah Diperiksa Propam

Tangkap 12 Waria, Kapolres Aceh Utara Malah Diperiksa Propam
Tangkap 12 Waria, Kapolres Aceh Utara Malah Diperiksa Propam
Kapolres Aceh Utara Ajun Komisaris Besar Ahmad Untung Surianata

Kabarsatu- Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa Kapolres Aceh Utara Ajun Komisaris Besar Ahmad Untung Surianata terkait langkah penangkapan dan pembinaan terhadap 12 orang waria pada akhir pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur, kode etik, atau displin yang dilakukan dalam penangkapan dan pembinaan 12 waria itu.

"Saat ini Kapolres sedang diperiksa oleh Polda. Intinya akan menginvestigasi apakah ada kesalahan prosedur atau enggak," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (1/2).

Menurutnya, Bidang Propam Polda Aceh akan menjatuhkan sanksi bila menemukan dugaan pelanggaran yang terjadi.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa berbagai bentuk, mulai demosi hingga pidana bila ditemukam pelanggaran yang fatal.

"Siapapun anggota Polri yang melakukan kesalahan dalam melakukan tindakan kepolisiannya itu ada sanksinya," ucapnya.

Polres Aceh Utara dan wilayatul hisbah (polisi syariat) menggelar operasi untuk mencegah meningkatnya populasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) pada akhir pekan lalu.

Lihat juga: Polisi Aceh Utara Bina Belasan Waria Agar Menjadi Pria

Sebanyak 12 orang waria dari sejumlah salon di Kabupaten Aceh Utara terjaring operasi kemudian dibina agar berperilaku seperti layaknya pria.

Kapolres Untung mengatakan, waria tersebut diamankan dari lima salon yang tersebar di Kecamatan Lhoksukon dan Panton Labu.

Sumber di Polres Aceh Utara menyatakan, para waria sempat berupaya melawan dan menangis saat akan diangkut petugas ke Mapolres Aceh Utara.

Setiba di Mapolres, kata Untung, para waria disatukan dalam sebuah kelompok. Rambut para waria itu dicukur dan mereka pun diberi pakaian pria.

"Di samping itu, petugas juga membina mereka dengan cara disuruh berlari sejenak, kemudian juga disuruh bersorak sekeras-kerasnya hingga suara pria mereka keluar," ujar Untung. (aya/cnn)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.