Kunjungi Dewan Dakwah Islamiyah, Kapolri Jelaskan Soal Pidatonya Yang Viral

Kunjungi Dewan Dakwah Islamiyah, Kapolri Jelaskan Soal Pidatonya Yang Viral
Kunjungi Dewan Dakwah Islamiyah, Kapolri Jelaskan Soal Pidatonya Yang Viral

Kabarsatu- Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Februari 2018. Tito mengatakan kedatangannya untuk mengklarifikasi polemik soal video pidatonya ihwal organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Tito menuturkan telah menjelaskan potongan video pidatonya kepada sekitar 14 ormas Islam, yang tergabung dalam Dewan Dakwah Islamiyah. "Saya tidak ada niat sedikit pun menafikan ormas Islam yang lain," katanya di gedung Dewan Dakwah Islamiyah.

Menurut Tito, kepolisian ingin bersinergi dengan semua ormas Islam, terlebih dengan ormas yang memiliki afiliasi politik menjelang pemilihan kepala daerah 2018. "Saya sangat yakin bahwa tokoh dan ormas-ormas Islam menghendaki agar pilkada ini berlangsung aman, damai, tertib, lancar, tanpa ada konflik," ujarnya.

Sebelumnya, pidato Tito sempat menjadi viral di media sosial. Polemik ini muncul ke permukaan setelah menuai protes dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Zulkarnain. Dalam akun Facebook-nya, Zulkarnain menilai pidato Tito seperti tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Muhammad Siddiq mengatakan pertemuan tersebut juga mengulas sektor keamanan menjelang pilkada 2018. Menurut dia, kepolisian perlu menjalin hubungan dengan semua ormas Islam. "Umat Islam bagian tak terpisahkan dan penting dalam negara dan bangsa kita ini," ucapnya.

Siddiq memahami peristiwa viralnya potongan video pidato Tito yang sempat menuai polemik itu. "Kami memahami betul apa yang terjadi," tuturnya. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Dewan Dakwah juga menilai pentingnya menjaga keamanan dalam negeri melalui media dakwah.

Pertemuan Tito dan Dewan Dakwah berlangsung sejak pukul 17.00 hingga 20.30. Pertemuan ini digelar setelah Tito mengunjungi Majelis Taklim Al Afaf di Jalan Tebet Utara, Jakarta Selatan.(aya/tmp)

sumber:tempo.co
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.