Dukung Kapolres Untung, Masyarakat Aceh Gelar Aksi Tolak LGBT

Dukung Kapolres Untung, Masyarakat Aceh Gelar Aksi Tolak LGBT
Dukung Kapolres Untung, Masyarakat Aceh Gelar Aksi Tolak LGBT

Kabarsatu- Ribuan masyarakat Aceh yang tergabung dari berbagai LSM dan Ormas akan melakukan aksi “Tolak LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) dan Dukung Untung Sangaji” yang akan dipusatkan di depan Masjid Raya Baiturrahim, Banda Aceh, Jumat (2/2).

Informasi yang dihimpun SERUJI, tercatat sedikitnya 118 Ormas dan LSM dari berbagai penjuru Kabupaten/Kota dalam wilayah Aceh akan menyesaki Banda Aceh untuk ikut aksi damai tersebut.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tuanku Muhammad saat dihubungi membenarkan akan adanya aksi damai untuk menolak LGBT di Aceh.

“Iya benar, besok (hari ini, red) ba’da shalat Jum’at akan dilaksanakan aksi damai menolak LGBT dan mendukung Kapolres Aceh Utara,” katanya, Kamis (1/2) malam di Banda Aceh.

Hal senada juga dibenarkan oleh Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh, Uzzaira Al-Hambra. Ia menghimbau kepada masyarakat Aceh yang ingin mendukung aksi damai ini agar dapat berkumpul di Masjid Raya Banda Aceh.

“Iya betul, bang, kami dari PII menghimbau kepada rakyat Aceh maupun Banda Aceh bahwasannya kalau hal LGBT itu memang hal yang tidak benar dan memang tidak sesuai dengan konteks agama Islam, kalau memang ingin bergabung aksi damai besok (hari ini, red) setelah ba’da shalat Jum’at untuk dapat hadir di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau yang akrab disapa Untung Sangaji saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, dirinya telah menghimbau agar tidak melakukan aksi tersebut, namun dirinya juga tidak dapat membendung mobilisasi massa yang bergarak ke Banda Aceh.

“Pertama sudah saya himbau dan saya larang, sudah saya himbau dan larang langsung yang dari sini (Aceh Utara), cuma saya tidak bisa menghentikan ketika mereka pergi sendiri dengan kendaraan jalan ke sana (Banda Aceh), saya sudah minta dengan hormat gak usah, apalagi demo untuk bela saya gak usah,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan, pihaknya telah berusaha untuk membela rakyat dan menghormati kearifan lokal yang ada di negeri serambi Mekkah ini.

“Yang penting saya sudah berusaha, membela rakyat ini, qanun yang ada di sini, peraturan disini, kearifan lokal sudah saya hormati,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Utara dan wilayatul hisbah (polisi syariat) menggelar operasi untuk mencegah meningkatnya populasi LGBT pada akhir pekan lalu.

Sebanyak 12 orang waria dari sejumlah salon di Kabupaten Aceh Utara terjaring operasi kemudian dibina agar berperilaku seperti layaknya pria.

Pasca-operasi ini, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa Kapolres Aceh Utara Ajun AKBP Ahmad Untung Surianata terkait langkah penangkapan dan pembinaan terhadap 12 orang waria tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur, kode etik, atau displin yang dilakukan dalam penangkapan dan pembinaan 12 waria itu. (aya/srj)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.