Bencana Proyek Infrastruktur Jokowi Silih Berganti, Dua Menteri Diminta Mundur

Bencana Proyek Infrastruktur Jokowi Silih Berganti, Dua Menteri Diminta Mundur
Bencana Proyek Infrastruktur Jokowi Silih Berganti, Dua Menteri Diminta Mundur

Kabarsatu- Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai dua menteri di kabinet Jokowi harus mengundurkan diri terkait proyek infrastruktur yang menelan korban jiwa.

“Yang paling bertanggungjawab atas kegagalan manajemen konstruksi yaitu dua menteri, Menteri PUPR dan Menteri BUMN,” katanya dalam siaran pers, Selasa (6/2/2016).

Menurutnya, kedua Menteri terebut harus bertanggung jawab atas korban jiwa yang terjadi karena tragedi di sejumlah proyek infrastruktur tersebut. Hal itu juga menunjukkkan manajamen konstruksi di Indonesia, khususnya bidang pengawasan konstruksi bangunan, sangat buruk dari kementerian PUPR dan Kementerian BUMN.

"Karena itu, sangat wajar kedua menteri tersebut sejatinya secara satria dan dalam waktu sesingkat-singkatnya meminta maaf kepada keluarga korban dan kepada seluruh rakyat Indonesia. Setelah pernyataan maaf, saat itu juga kedua menteri sebaiknya meletakkan jabatannya, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban publik. Jangan menambah beban politik Presiden dengan menunggu reshuffle. Ini tidak baik," tegas Emrus.

"Tiga peristiwa ini menelan korban meninggal sia-sia serta luka-luka parah dan ringan. Keluarga yang ditinggal pasti dalam kesedihan. Ini tidak boleh terulang," ucapnya.

Sejumlah proyek infrastruktur pemerintah menelan korban. Terakhir, ambrolnya tembok di jalan perimeter bagian selatan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kejadian tersebut menelan korban jiwa dan mencederai warga yang tertimbun puluhan ton ambrolnya jalan tersebut. (aya/trp)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.