Setelah Beras, Pemerintah Akan Impor 3,7 Juta Ton Garam

Setelah Beras, Pemerintah Akan Impor 3,7 Juta Ton Garam
Setelah Beras, Pemerintah Akan Impor 3,7 Juta Ton Garam

Kabarsatu- Pemerintah siap mengimpor 3,7 juta ton garam industri untuk memenuhi kebutuhan industri. "Kami memutuskan 3,7 juta ton impor saja, tapi itu tidak sekaligus juga, dilihat berapa kemampuan sebulan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai rapat koordinasi terbatas mengenai garam industri di Jakarta, Jumat.

Darmin mengatakan permintaan impor garam industri diajukan Kementerian Perindustrian. Alasannya garam industri tidak diproduksi di dalam negeri, padahal komoditas ini dibutuhkan untuk mendorong produksi.

Ia menambahkan angka 3,7 juta ton sudah disesuaikan dengan kebutuhan garam industri per tahun, sehingga apabila Kementerian Perdagangan dalam setahun ini ingin melakukan impor, tidak perlu lagi meminta rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Peraturannya tetap di Kementerian Kelautan dan Perikanan, tapi impor garam industri tidak memerlukan rekomendasi setiap kali impor, itu nanti di Kementerian Perdagangan dengan batas 3,7 juta ton. Tadinya tidak pernah ada batas-batas, pokoknya dikasih kewenangan impor," kata Darmin.

Beberapa industri yang memerlukan garam industri antara lain industri farmasi dan petrokimia yang membutuhkan garam untuk mendorong produksi dan ekspor.

Darmin menjamin impor garam industri tidak akan menganggu produksi garam lokal karena komoditas dalam negeri itu hanya digunakan untuk konsumsi maupun industri pengasinan ikan. "Kami ingin supaya industri bisa bikin perencanaan yang baik, susah kalau bikin rencana, garamnya tidak ada. Kita tidak menghasilkan ini di lokal, hanya garam konsumsi," katanya.(aya/tmp)

sumber:tempo
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.