Politikus PDIP ini Sebut PDIP dan Jokowi Masih Dicintai Rakyat

Politikus PDIP ini Sebut PDIP dan Jokowi Masih Dicintai Rakyat
Politikus PDIP ini Sebut PDIP dan Jokowi Masih Dicintai Rakyat

Kabarsatu- Sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa tingkat elektabilitas PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi sulit untuk dikejar. Hal ini membuktikan bahwa PDI Perjuanagn dan Presiden Jokowi masih dicintai oleh rakyat.

Demikian disampaikan oleh Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait saat menjadi pembicara dalam diskusi Temuan Survei Nasional yang bertajuk “ Tahun Politik 2018: Kekuatan Partai dan Calon Presiden” yang digelar oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Selain Maruarar hadir pula Direktur SMRC Djayadi Hanan, Politikus Partai Gerindra Feri Julianto, Waketum PAN Hanafi Rais, dan Politisi Partai Golkar Happy Bonne.

Maruarar mengatakan bahwa hasil ini memang sangat sulit untuk diterima oleh lawan politik. Namun, dia meminta agar mereka menerima kenyataan tersebut.

“Memang tidak mudah menerima kenyataan ini,” tegasnya.

Ara menambahkan trend elektabiltas PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi yang terus meningkat tidak membuatnya berbangga diri. Justru ini harus menjadi pembuktiaan bahwa kita harus bekerja untuk terus meningkatkan kesejahteran rakyat.

“Sebab dalam berpolitik tujuannya untuk kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Baginya apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi selama ini telah membuktikan bahwa pemerintah saat ini telah melakukan kerja nyata dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat dengan terus meningkatkan ekonomi nasional.

“Kerja nyata tersebut telah di jawab dari hasil survei SMRC yang menyatakan bahwa publik optimis bahwa kondisi ekonomi rumah tangga dan kondisi ekonomi nasional lebih baik selama pemerintahan Jokowi-JK,” jelasnya.

Sementara itu, Waketum PAN Hanafi Rais membantah bahwa hasil survei dapat dijadikan patokan untuk menentukan elektabilitas partai. Sebab berdasarkan pengalaman, PAN menurut hasil survei tingkat elektabilitasnya dikirasan 1-3 persen. Namun dalam kenyataanya PAN bisa meraup suara hingga 6-7 persen.

“Tapi bagi PAN survei hanya untuk memacu kader untuk terus bekerja keras agar di Pileg mendapatkan suara yang lebih banyak dibanding Pileg sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut dia menilai bahwa survei hanya digunakan sebagai alat untuk menggiring opini publik. Sebab, menurut Hanafi bahwa lembaga survei saat ini tidak bisa terlepas dari agenda politik maupun agenda bisnis.

“Saat ini survei tidak netral. Suvei digunakan sebagai alat menggiirng opini publik,” tegasnya.

Survei nasional ini dilakukan pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1220 responden. Sampel dipilih dengan menggunakan multistage random sampling. Dengan margin of eror 3,1 persen.

Pada survei tersebut menyatakan bahwa elektabilitas PDI Perjuangan pada Desember 2017 pada posisi teratas sebesar 27,6 persen. Disusul Partai Golkar 12,1 persen dan pada peringkat tiga ditempati partai Gerindra sebesar 8,9 persen.

Sementara itu untuk elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden sebesar 64,1 persen. Angka ini jauh meninggalkan pesainnya, Prabowo Subianto dengan tingkat elektabiltas sebesar 27,1 persen. (aya/trp)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.