Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Malah Sibuk Bersosialisme Dan Berkapitalisme

Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Malah Sibuk Bersosialisme Dan Berkapitalisme
Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Malah Sibuk Bersosialisme Dan Berkapitalisme

Kabarsatu- Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan dalam tiga tahun terakhir boleh jadi menurun, walau tidak signifikan. Tapi jika ditinjau lebih dalam, kemiskinan justru semakin parah.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengomentari mengenai tiga tahun kinerja Jokowi dalam mensejahterakan rakyat.

Menurutnya, statistik pemerintah kadang tidak mau jujur mengungkap secara utuh. Hal ini jika dilihat dari indeks keparahan kemiskinan yang justru meningkat di era Jokowi.

"Tingkat keparahan terutama terjadi di desa. Dimana kemiskinan sangat terkait dengan dunia pertanian," ujar Fahri dalam akun Twitter @fahrihamzah, Minggu (31/12).

Fahri menjelaskan bahwa golongan petani, nelayan, dan pedagang kecil adalah mayoritas bangsa Indonesia. Secara politik dari mereka adalah pemberi mandat bagi para pemimpin saat ini. Sehingga nasib mereka harus menjadi prioritas pemerintah.

"Sementara itu, kesibukan pemerintah nampak tidak terkonsolidasi, bau ideologinya berbeda dalam kabinet dan juga dengan partai pendukung. Ada yang sibuk bersosialisme, ada yang sibuk berkapitalisme," kesalnya.

Dia berharap, di tahun 2018 ini pemerintah segera memiliki langkah-langkah jitu untuk bisa mensejahterakan rakyat. Proyek-proyek infrastruktur yang besar boleh saja dilakukan selama pemerintah juga turut memperhitungkan daya tahan rakyat.

"Apalagi indikator bagi rakyat terlalu kejam. Rakyat makan Rp 5.000 perak sehari sudah dianggap tidak miskin," tutupnya. (aya/rmol)

sumber:rmol.co
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.