Kapolres Aceh: waria itu Penyakit Bahaya, Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria

Kapolres Aceh: waria itu Penyakit Bahaya, Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria
Kapolres Aceh: waria itu Penyakit Bahaya, Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria

Kabarsatu- Berita berjudul Kapolres Aceh Utara Untung Sangaji Soal Gerebek Salon: "Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria" yang dilansir Serambinews.com, Minggu, 28 Januari 2018 21:03, mendapat sambutan luas dari pembaca.

Tiga hari setelah link berita ini diposting di laman Facebook Serambinews.com, atau hingga Selasa (30/1/2018), telah menjangkau 114.194 orang warganet atau pengguna Facebook.

Postingan link berita ini yang telah 1.157 kali dibagikan ini mendapatkan 1,8 ribu tanggapan dan 137 komentar dari warganet.

Sebagian besar warganet memberikan dukungan kepada Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata atau dikenal dengan Untung Sangaji.

Diberitakan sebelumnya, aparat Polres Aceh Utara menggerebek sebuah salon di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sabtu (27/1/2018) malam.

Polisi mengamankan belasan wanita pria (waria) yang bekerja di salon itu. Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Operasi tersebut dipimpin Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau dikenal dengan Untung Sangaji.

Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV nasional, Minggu (28/1/2018) malam ini, Kapolres Untung Sangaji menegaskan, operasi itu dilakukan karena pihaknya tidak mau populasi waria di Aceh Utara terus bertambah.

“Di sisi lain ada peraturan (qanun) yang mengatur, itu tidak boleh. Selain itu, prostitusi berjalan melalui jaringan mereka, termasuk narkoba,” kata Untung Sangaji dalam wawancara di sela-sela acara Apa Kabar Indonesia Malam di TV One dengan tema Aturan Transportasi Online untuk Siapa, Minggu (28/1/2018) malam.

Saat ditanya apa langkah kepolisian pada wawancara yang disiarkan langsung itu, Kapolres Aceh Utara ini mengatakan, malam itu juga waria tersebut dites urine.

Selain itu, setelah ditemukan video porno di handphone mereka, pihak kepolisian juga melakukan langkah-langkah lain untuk mengembalikan belasan waria itu sebagai pria yang sesungguhnya.

Polisi memulai dari suara dan langkah. Ternyata, kata Kapolres, mereka bersuara laki-laki dan bisa macho seperti pria sesungguhnya.

“Itu (waria) bahaya bagi kehidupan. Nenek moyang kita tidak ada yang waria, kenapa kita harus meniru negara lain,” tegas Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji.

Tanggapan warganet

Video pernyataan Kapolres yang disiarkan oleh TV One ini mendapat sambutan dan apreasiasi dari pembaca

Warganet menilai tindakan Kapolres sangat berani dan semakin menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada polisi.

Berikut di antara komentar warganet di laman Facebook Serambinews.com.

Fendi Hamid: “Masya Allah. Sebentar lagi sudah ada orang-orang luar yang menentang ini. Orang Aceh saja nggak protes, masak orang protes. Lanjutkan Pak! Semoga anda selalu dalam lindungan Allah.”

Najib Panghab: “Ni baru Kapolres saya. Tegas terhadap maksiat LGBT. Lanjutkan pak, kami masyarakat Aceh (umumnya) mendukung sikap bapak dalam menumpas LBGT. Semoga ketegasan ini juga berlaku untuk semua maksiat2 lainnya....”

Tgk Sulaiman Subhi: “Terima kasih ya Allah. Rupanya masih ada pak polisi yg berani mencegah kemukaran dan kezaliman di buka bumi ini terutama di nangro Aceh. Semoga bapak mendapat petunjuk terus dari Allah dlm menjalankan tugas sehari2. Dan di ikuti oleh kapores2yg lain yg ada di Aceh khususnya indonesia pada umumnya. Amin.”

Muhammad Rizal Al-Bakarani:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82).

Murijal Burhan: “Murijal Burhan Kami sangat mengapresiasi kinerja bpk kapolres aceh utara dan meminta petunjuk dari ulama dalam memberantas waria di kawasan aceh utara perbuatan yang patut di contohi. Semoga bisa dapat di contohi bagi daerah lain.”

Nak Bram: “Di aceh laen pajan narencana lage aceh utara.... Pu preh di tamong peng peng peng gak bek jadeh basmi awak nangro nabi luth nyan... Bek sempat allah gebalek bumo... Nyo ka gebalek o apa salah kami ya allah. bek na rencana temanyong le...”(aya/tbn)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.