Ekonomi Sulit, Beras Tak Terbeli, Dua Desa di Pemalang Terpaksa Makan Nasi Jagung

Ekonomi Sulit, Beras Tak Terbeli, Dua Desa di Pemalang Terpaksa Makan Nasi Jagung
Ekonomi Sulit, Beras Tak Terbeli, Dua Desa di Pemalang Terpaksa Makan Nasi Jagung

Kabarsatu- Makin mahalnya harga beras membuat warga dua desa di Pemalang ini memutuskan mengganti bahan baku makanan pokok. Jika semula mereka makan nasi dari beras, sebagian dari warga dua desa ini sejak sebulan terakhir memutuskan makan nasi jagung.

Harga beras saat ini mencapai Rp 13 ribu/kg, sangat memberatkan warga miskin di pedesaan. Warga di kawasan Pemalang selatan akhirnya memilih Jagung sebagai makanan pokok pengganti beras.

Sebagian besar warga di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Pemalang, terpaksa berganti mengkonsumsi nasi jagung. Alasannya jelas, lebih murah. Satu kilo jagung bisa didapat seharga Rp 4 ribu. Ini cukup terjangkau bagi kalangan buruh yang penghasilannya tidak lebih dari Rp 30 ribu/hari.

Haryanti, salah satu warga Dukuh Cikunang, Desa Jurangmangu, saat ditemui detikcom di rumahnya, mengaku bahwa sejak harga beras mahal, dirinya memilih untuk beralih mengonsumsi jagung.

“Sejak bulan Desember beras terus naik. Kita tidak mampu untuk membelinya. Selain mahal, (beras) juga sulit didapat,” jelasnya, Jumat (19/1/2018).

Hal serupa juga disampaikan Sartono (50). Penghasilanya yang hanya sebagai buruh tani sayuran, tidak mampu untuk membeli beras dengan harga yang saat ini. “Yang penting bisa makan. Walaupun kenyangnya beda, untuk saat ini tak apalah,” kata Sartono.

Beralihnya makanan pook warga dari nasi beras ke nasi jagung ini, menurut Sutrisno, sudah berlangsung selama sebulan terahir ini, atau sejak bulan Desember tahun lalu.(aya/dk)

sumber:detik
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.