Anies: DP Nol % Bentuk Konsistensi Seorang Pemimpin Terhadap Janji-janji Kampanye

Anies: DP Nol %  Bentuk Konsistensi Seorang Pemimpin Terhadap Janji-janji Kampanye
Anies: DP Nol %  Bentuk Konsistensi Seorang Pemimpin Terhadap Janji-janji Kampanye

Kabarsatu- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan pembangunan hunian vertikal down payment (DP) atau uang muka nol rupiah bernama Klapa Village di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Anies menyebut pembangunan ini bukanlah realisasi program melainkan pelunasan janji  yang merupakan bentuk kosistensi seorang pemimpin terhadap janji-janji kampanyenya saat Pilkada DKI 2017 yang lalu.

Menurut Anies janji-janji masa kamapanye merupkan sebuah janji seorang pemimpin terhadap rakyat yang telah memilih dan memberikan amanah.Jadi janji-janji dimasa kampanye itu adalah hutang terhadap rakyat bukan sekedar pemani s atau pencitraan agar mendapat simpatik untuk dipilih.
Nah setelah terpilih saatnya untuk membuktikan, Jangan sekedar  janji-janji tinggalah  janji  yang akhirnya membuat  rakyat kecewa.

"Kami menyebutnya janji bukan program, kenapa? Karena janji harus dilunasi. Kalau kita sebut program, nanti di ujung bisa ditambahi kata 'mohon maaf programnya tidak bisa terlaksana karena a b c d'," kata dia, Kamis (18/1).

Anies mengatakan, janji adalah komitmen yang harus dilaksanakan. Ia menyatakan tak ingin ada janji selama masa kampanye yang tidak dijalankan dalam kurun periode kepemimpinannya hingga 2022 nanti. Janji memberikan warga hunian dengan DP nol rupiah mulai digarap di awal tahun ini.

"Kami komitmen dan tidak ingin nanti empat tahun lagi muncul kontrak politik yang belum dilaksanakan. Malu kalau nanti kami harus pertanggungjawabkannya," ujar dia.

Anies mengingatkan ke pengembang proyek rumah DP nol rupiah yakni PD Pembangunan Sarana Jaya yang bekerjasama dengan PT Totalindo Eka Persada untuk menjaga kualitas bangunan. Klapa Village merupakan proyek pertama untuk rumah DP nol rupiah. Meski diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kualitas bangunan tak boleh diturunkan.

"Kami percaya kebutuhan warga atas rumah yang luar biasa tinggi di Jakarta. Hari-hari ini menanti seperti apa realisasinya. Yang dilihat mana? Tempat ini yang akan dilihat seperti apa bangunannya, seperti apa rumahnya, seperti apa suasananya. Ini yang akan jadi rujukan," ujar dia.(aya/republika)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.