Tak Temukan Bukti Mencuri, Toko Ratu Paksi Malah Telanjangi Santriwati di Toilet

Tak Temukan Bukti Mencuri, Toko Ratu Paksi Malah Telanjangi Santriwati di Toilet
Tak Temukan Bukti Mencuri, Toko Ratu Paksi Malah Telanjangi Santriwati di Toilet

Kabarsatu- Insiden ditelanjanginya seorang santriwati di Tasikmalaya menuai kemarahan warga. Mereka mengecam tindakan yang dinilai sangat berlebihan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun wartapriangan.com, kejadiannya berawal saat korban berbelanja di Ratu Paksi, sebuah toko pusat aksesoris di Tasikmalaya. Namun, saat hendak keluar toko detektor berbunyi. Korban pun diamankan oleh pihak kemananan toko tersebut.

Petugas keamanan kemudian menggeledah korban. Tapi karena petugas kemananan tidak menemukan barang yang dicurigai, korban pun dibawa ke kamar mandi.

Menurut keterangan ibu korban, Devi Badrudin, di kamar mandi itulah anaknya ditelanjangi, pakaiannya dilucuti. Korban yang merupakan siswi kelas 2 SMA ini ditinggalkan di kamar mandi dalam keadaan telanjang.

“Kamu tunggu di sini, ini pakaian saya bawa dulu untuk diperiksa detektor. Biar tidak bolak-balik,” terang Devi Badrudin seperti dilansir jejakjabar.com.

Setelah digeledah dan pakaiannya dilucuti oleh petugas keamanan Toko Ratu Paksi yang beralamat di Jalan Sukalaya 1, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya tersebut, ternyata korban terbukti tidak mencuri. Menurut ibu korban, detektor berbunyi karena barcode permanen yang terdapat dalam celana yang dikenakan korban.

Korban mengalami trauma, begini kondisinya

Akibat peristiwan tersebut, korban yang diketahui berinisial Aq ini mengalami trauma. Bahkan ia tak berhenti menangis.

“Semalaman anak saya menangis. Terus anak saya juga curhat, mamah gimana kalau aku nanti di bully sama teman-teman di sekolah karena dituduh mencuri,” ungkap Devi seperti dilansir jejakjabar.com.

Tak diterima terhadap insiden penelanjangan anaknya, Devi pun berencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum. “Mereka kan saklek (menelanjangi) ke anak saya. Makannya saya juga akan saklek melaporkan mereka. Ibu mana coba yang terima kalau anaknya dituduh mencuri terus udah gitu sampai ditelanjangi. Lihat anak saya sekarang, syok berat. Semalaman dia menangis. Tadi pagi juga nggak mau makan”.

Seterah peristiwa penelanjangan santriwati di Tasikmalaya tersebut viral di media sosial, warga pun mengecam insiden tersebut. Mereka juga mendukung langkah keluarga korban yang akan melaporkan pelaku penelanjangan terhadap anaknya.

“Setuju bu laporin aja tuman apalagi sampai ditelanjangi begitu, udah termasuk pelecehan. Apa ga ada cara yang lain? Saya pribadi kurang respek terhadap pelayanan di situ,” komentar pemilik akun Ayanti Sagitarius.

Hal yang sama diungkapkan pemilik akun facebook Neni Chozani.” Saya setuju usut tuntas Bu, supaya tidak terjadi lagi pada orang lain. Ini sangat penting untuk pembelajaran para petugas keamanan agar sikapnya tidak seenaknya. Meskipun dia keamanan tapi etika cara menyelidiki tidak harus mencemarkan nama baik org yang dicurigai yang blm tentu menjadi pelaku pencurian”. (aya/wartap)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.