Skandal e-KTP Makin Aneh, Semua Nama Politisi PDIP Raib, Kubu Novanto Curiga KPK Main Mata

Skandal e-KTP Makin Aneh, Semua Nama Politisi PDIP Raib, Kubu Novanto Curiga KPK Main Mata
Skandal e-KTP Makin Aneh, Semua Nama Politisi PDIP Raib, Kubu Novanto Curiga KPK Main Mata

Kabarsatu- Kuasa hukum, Setya Novanto, Maqdir Ismail mencurigai ada ‘main mata’ antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan sejumlah politikus tertentu.

Kecurigaan itu menyusul raibnya nama-nama politikus seperti  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bendum PDIP, Olly Dondokambey dan Menkumham Yasonna Laoly dalam surat dakwaan terhadap Novanto.

"Itulah makanya saya katakan tadi kenapa kok tiba-tiba di perkara namanya hilang? Namanya Ganjar yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasona Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK?," kata Maqdir usai mendampingi Novanto menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 13 Desember 2017.

Maqdir enggan berspekulasi soal nama-nama itu hilang karena berasal dari partai penguasa saat ini. Hanya saja dirinya memastikan dalam proses persidangan nanti, itu akan didalami kuasa hukum kepada sejumlah saksi-saksi.

"Saya tidak melihat partai, tetapi saya melihat personal orang yang di dalam dakwaan yang lain disebut terima uang, tiba-tiba di sini raib (hilang), ada apa itu. Ini yang kami persoalkan. Tentu, tentu itu (kami dalami nanti)," kata Maqdir.

Diketahui, pada surat dakwaan mantan dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen Proyek e-KTP,  Olly selaku Wakil Ketua Banggar DPR RI saat proyek e-KTP bergulir, disebutkan menerima uang korupsi e-KTP senilai 1,2 juta dollar AS, Ganjar senilai 520 ribu dollar AS, dan Yasonna sebesar 84 ribu dollar AS.

Namun dalam dakwaan Setya Novanto, ketiga nama itu, serta sejumlah politikus lainnya, hanya disebut jaksa KPK "Beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 sejumlah 12.856.000 dolar Amerika Serikat dan Rp44 miliar."(aya/viv)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.