PEDAS, Sindir Jonan, Wasekjen MUI: Nasib Rakyat Seperti Kambing Digiring Srigala ke Sarang Singa!

PEDAS, Sindir Jonan, Wasekjen MUI: Nasib Rakyat Seperti Kambing Digiring Srigala ke Sarang Singa!
PEDAS, Sindir Jonan, Wasekjen MUI: Nasib Rakyat Seperti Kambing Digiring Srigala ke Sarang Singa!

Kabarsatu- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) untuk memperkenalkan kompor listrik. Jonan menjelaskan inovasi kompor listrik tersebut dapat mengurangi impor gas yang selama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Kalau ini jalan, mungkin nanti PLN akan memperkenalkan adanya kompor induksi, kompor listrik," ungkap Jonan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/11).

Upaya transformasi dari LPG menjadi kompor listrik ini juga bertujuan untuk menghemat biaya, Jonan menyebutkan penghematan tersebut cukup signifikan. "Kita berusaha untuk ganti menjadi listrik. Kalau ganti menjadi listrik itu kira-kira biayanya hanya 50-60 persen dari kalau kita menggunakan LPG kemasan tabung 3 kg. Nanti kita akan dorong," ujarnya.

Kompor listrik ini juga merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kemandirian energi, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

"Ini sesuai Kebijakan Energi Nasional itu adanya kemandirian energi karena listriknya dihasilkan dari batubara, dari gas dalam negeri, dari air, angin, dan sebagainya. Jadi ini mohon juga didukung," tutur Jonan.

Selain menyampaikan rencana penerapan kompor listrik, Jonan juga menjelaskan program-program prioritas Pemerintah di sektor ESDM, antara lain Program Kelistrikan 35 ribu MW, listrik perdesaan untuk peningkatan rasio elektrifikasi, BBM Satu Harga, jaringan gas kota, konverter kit untuk nelayan, serta pembangunan pembangkit listrik mulut tambang.

Rencana Jonan mengalihkan Gas ke Kompor listrik mendapat sindiran PEDAS dari Wasekjen MUI Ustad Tengku Zulkarnaen.

Ustad Tengku menyindir dengan kalimat pedas singkat tapi tepat sasaran.Kata ustad Tengku dulu minyak tanah di hapus dengan tujuan rakyat wajib beralih ke Gas sehingga subsidi minyak tanah pun dihilangkan.sekarang Gas langka dan sulit. Pak Menteri minta pakai rakyat beralih pakai Kompor Listrik. Sedangkan tidak pakai tarif listrik saja beban biaya listrik sudah bengkak 3 Kali Lipat.

Apalagi pakai kompor listrik?.Ustad Tengku prihatin  nasib rakyat direjim Jokowi seperti kambing digiring Srigala ke sarang Singa!.

“Dulu Minyak Tanah Dihapus, Diwajjbkan Pakai GAS. Skrg Gas Langka dan Sulit, Pak Menteri Minta Pakai Kompor Listrik. Sedangkan Tidak Pakai Saja Tarif Listrik Sudah BENGKAK 3 Kali Lipat. Apalagi Pakai Kompor Listrik? Nasib Rakyat Bisa Spt Kambing Digiring Srigala ke Sarang Singa!” sindir Ustad Tengku.(aya/rep)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.