Menteri Agama: Umat Harus Tolak Israel Kuasai Yerusalem

Menteri Agama: Umat Harus Tolak Israel Kuasai Yerusalem
Menteri Agama: Umat Harus Tolak Israel Kuasai Yerusalem

Kabarsatu- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkomentar atas pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut Lukman, AS hanya akan membuat konflik dunia semakin meluas.

"Amerika mestinya sadar bahwa pindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem adalah menciptakan konflik kian meluas. Kebijakan itu mengusik kedamaian dunia. Setiap umat beragama wajib menolaknya," tulisnya dalam akun @lukmansaifuddin pada Rabu malam (6/12).

Dia menilai, keputusan AS memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem merupakan sebuah pengingkaran kesepakatan perdamaian dunia, khususnya Palestina dan Israel.

"Amat sangat disesalkan pengakuan tersebut. Kita menolak tegas setiap upaya pengingkaran atas kesepakatan perdamaian," kata Lukman menanggapi pemberitaan tersebut.

Beragam reaksi pun muncul dari warganet merespons cuitan Lukman. Mereka meminta Lukman melakukan aksi nyata, bukan sekadar membuat pernyataan di media sosial.

"Aahh.. Ini mah cuma retorika.. Biar keliatan peduli Islam," kata akun @HulusiaKarineke membalas cuitan Lukman.

Sementara pengguna akun lainnya menyampaikkan komentar yang berbeda. Akun @reza_almuktafi mendukung pernyataan Lukman.

"Memang iku betul pak @lukmansaifuddin, tapi juga dari kita harus ada tindakan yang nyata," tulisnya.

Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menyebut pernyataannya untuk mewujudkan janji kampanye yang selama ini tak pernah diwujudkan oleh presiden-presiden sebelumnya.

“Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12).(aya/cnnindonesia)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.