Kaum Intoleran Heboh, Pelanggan Malah Maklum Alasan Toko Kue Tolak Tulisan Natal

Kaum Intoleran Heboh, Pelanggan Malah Maklum Alasan Toko Kue Tolak Tulisan Natal
Kaum Intoleran Heboh, Pelanggan Malah Maklum Alasan Toko Kue Tolak Tulisan Natal

Kabarsatu- Toko kue di Makassar, Sulawesi Selatan, yang menolak pembuatan ucapan Natal dan menjadi viral di media sosial. Sikap toko ini mendapatkan beragam respons dari pelanggan dan netizen.Kususnya dari kelompok orang-orang yang selama ini selalu berpandangan negatif terhadap penerapan ajaran Islam (kaum intoleran).

Salah seorang pelanggan, Hj Siti Amrah mengatakan tak terpengaruh dengan isu tersebut.Dia memaklumi alasan yang di berikan oleh Chocholicious Indonesia. Dia mengaku datang membeli kue lantaran enak dan bersih.

"Tak berpengaruh juga dengan isu Natal yang ada, saya akan tetap membeli. Selain enak, tempat ini juga bersih," katanya saat ditemui, Minggu (24/12/2017).

Amrah datang ke toko kue ini untuk membeli kue ulang tahun untuk temannya. "Saya datang beli kue ulang tahun, tapi lilinnya saya beli di luar, karena di sini tidak menyediakan," jelasnya.

Tak jauh beda disampaikan pembeli lainnya, Ani. Ani mengaku telah menjadi langanan setia di toko kue ini. Harga yang murah dan kualitas kue yang dijual jadi pilihannya untuk tetap membeli.

"Selain murah kualitas kue di sini juga nikmat dan banyak rasa," kata Ani.

Sebelumnya sempat viral di media sosial. Hal ini berawal dari ocehan salah satu pelanggan yang memesan kue dan meminta ada ucapan Natal untuk keluarganya. Namun pihak Toko Kue Chocholicious menolak.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto angkat bicara terkait adanya toko kue yang menolak melayani pesanan kue dengan tulisan Natal. Menurut Danny semua warga negara memiliki hak kebebasan, namun aturan ini tak boleh dijadikan hukum positif.Mau atau tidak itu merupakan hak mutlak dari si pemilik atau toko kue tersebut.

"Semua warga memiliki hak kebebasan, namun aturan ini tak boleh dijadikan hukum positif," kata Danny, Minggu (24/12).

Danny menambahkan, komitmen toko kue ini tak boleh diskriminatif. Meski, pemilik toko juga memiliki hak sesuai keinginannya.

Sementara, Ketua MUI Makassar Baharuddin mendukung langkah toko tersebut. Menurutnya kebijakam ini sebagai landasan mereka yang beragama muslim.

"Kalau seperti ini, kami dukung kebijakanya. Sebagai muslim ini contoh yang baik. Kita juga ada kebijakan, kita sudah imbau agar tak ada pemaksaan pengunaan atribut Natal," kata Baharuddin.

Terkait hal ini, pemilik toko, Rafika, mengatakan penolakan itu sudah menjadi komitmen perusahaannya sejak berdiri. Dia menjelaskan banyak permintaan kue dengan ucapan hari Natal, namun pihaknya meminta karyawanya untuk menjelaskan dengan baik dengan alasan hanya sebatas menjual kue dan tak menerima ucapan Natal.

Toko kue dan Roti Chocholicious ini sendiri berdiri sejak tahun 2012 silam, toko ini awalnya melayani pelanggan melalui media sosial. Namun 2013 hingga sekarang Chocholicious telah memiliki tempat dan pembuatan kue sendiri. (aya/detik)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.