Kapolri Sebut Aksi 212 Berbau Politik, Ini Jawaban Cerdas Mualaf Andre Raditya

Kapolri Sebut Aksi 212 Berbau Politik, Ini Jawaban Cerdas Mualaf Andre Raditya
Kapolri Sebut Aksi 212 Berbau Politik, Ini Jawaban Cerdas Mualaf Andre Raditya

Kabarsatu- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut rencana reuni 212 pada Sabtu (2/12) mendatang bermuatan politis. Jenderal Tito menduga arah acara reuni itu adalah pilkada dan
pemilu mendatang.

"Ini juga nggak akan jauh-jauh dari politik juga, tapi politik 2018/2019. Sudahlah, ini pasti larinya ke arah politik 2018-2019," kata Tito di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Tito menjamin pelaksanaan reuni alumni 212 akan berlangsung dengan aman. Namun Tito menyarankan pelaksanaan acara ini cukup mengambil tempat di Masjid Istiqlal.

"Lebih bagus di Istiqlal saja sebetulnya. Sarannya, bagusnya di Istiqlal saja," terangnya.

Massa yang akan ikut acara reuni alumni 212 diperkirakan tidak sebanyak dulu.

"Yang jelas nggak akan seperti dululah. Kalau yang dulu kan banyak kepentingan politik. Jelas sekali arahnya ke mana kan. Itu kan arahnya ke gubernur yang lama. Politiknya tinggi sekali," terangnya seperti dikutip dari detik.com

Nah begini tanggapan cerdas seorang Mualaf, Penulis Buku, Trainer, Motivator, Entrepreneur bernama Andre Raditya menanggapi pernyataan sinis kapolri terssebut.

Aksi dan Reuni 212 berbau politis..??Jawaban saya,

"IYA, memangnya kenapa..??"

Kita ini Umat Islam selalu menghindari politis, akhirnya semua aturan malah menyudutkan Umat Islam.Tidak ingatkah baru-baru ini bendera Tauhid dianggap sebagai bendera teroris?

Tidak ingatkah ada UU ormas yang mengancam pembubaran ormas Islam?

Tidak ingatkah pengajian dibubarkan??

Kenapa??

Karena kita tak kuat secara politis.Bedakan antara politis dengan PARTAI POLITIK.Aksi 212 dan Reuni 212 adalah momentum bersatunya UMAT.

Kalau kita bersatu, suara umat Islam bersatu. Kita bisa milih bupati yang sesuai Syariat Islam, memilih Gubernur yang Seiman, memilih Pemimpin yang Berakhlak Mulia.

Kalau Umat iniBersatu, kita akan kuat,
kita punya suara untuk menentukan kebijakan.

Mencegah negeri ini Jadi Sekuler, Liberal dan Komunis.

Jangan Anti dengan politik.Tapi cerdaslah memilih PARTAI POLITIK.

Selain itu, ilmu fiqh juga harus diketahui.

Ada banyak macamnya :

1. Fiqh syariah,
yang mengatur bab ibadah

2. Fiqh muamalah
yang mengatur perdagangan jual beli

3. Fiqh munakahah
tentang bab pernikahan, cerai dan rujuk

4. Dan fiqh siasah,
tentang pemerintahan, kepemimpinan dan politik

Islam sangatlah lengkap,Jangan sempit pikir...

"JANGAN MAU DIBODOHI AGAR MENJAUHI POLITIK TAPI JADI TERZOLIMI DI KEMUDIAN HARI."

Salam

Andre Raditya
(Mualaf, Penulis Buku, Trainer, Motivator, Entrepreneur)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.