Hilangkan Jejak, Arya Wedakarna Edit Tulisan Provokator di Facebook Soal Ustadz Somad

Hilangkan Jejak, Arya Wedakarna Edit Tulisan Provokator di Facebook Soal Ustadz Somad
Hilangkan Jejak, Arya Wedakarna Edit Tulisan Provokator di Facebook Soal Ustadz Somad

Kabarsatu- Diduga sebagai otak pelaku persekusi Ustad Abdul Somad, Anggota DPD dari pemilihan Bali, Arya Wedakarna dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Eddy ke Badan Kehormatan (BK) DPD.

Saat dikonformasi, Arya Wedakarna mengaku tidak mempermasalahkan adanya laporan tersebut. Bahkan dia siap menjalani sidang etik di BK DPD.

"Pasti saya siap untuk menghadapi sidang BK," ujar Arya kepada JawaPos.com, Selasa (12/12).

Namun demikian Arya mengaku optimis dalam sidang etik di BK DPD tidak akan mendapat sanksi bersalah. Pasalnya, dalam hal ini dia tidak terlibat dalam persekusi terhadap Ustad Abdul Somad.

"Prinsipnya saya tidak pernah terlibat dan tidak ada statement saya yang menolak (Abdul Somad), dan saat persekusi saya tidak ada di lokasi," katanya.

Demi memperkuat posisinya seolah-olah tidak menjadi provokator dalam persekusi Ustad Abdul Somad, Arya pun melakukan editan pada unggahan pada akun sosmed milikinya.

Beginilah bunyi editan pada postingannya setelah di lakukan editan oleh Arya:

Kini, tulisan di Facebook itu telah diedit menjadi sebagai berikut:

”Semeton Bali, kami menerima aspirasi dari masyarakat @rendraprism dan @sutyaalit terkait dgn hal ini. Dan sudah viral dimedsos sejak beberapahari lalu. Semoga aparat keamanan, pecalang jagabaya desa adat sayaga dan FKUB dapat menindaklanjuti hal ini mangde Bali Damai. Siapapun boleh datang ke Bali asal tetap komitmen dengan Pancasila. Ngiring kawal NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Mari jaga toleransi di Bali. Untuk aparat Polri dan TNI untuk membantu mengkomunikasikan hal ini. Kami meyakini bahwa umat Hindu di Bali tidak akan menolak kegiatan apapun karena Bali adalah bagian NKRI, dan semoga hal ini bisa diselesaikan dgn baik musyawarah mufakat. Kami yakin masalah bisa diselesaikan dgn adil. Semoga segera diklarifikasi oleh panitia dan pihak berwenang. Untuk umat yang berkeberatan, mohon tenang sambil menunggu klarifikasi.”


Meskipun sudah berusaha menghilankan jejak kejahatannya dengan cara memberpaiki isi postingan provokator itu, Sayang ternyata jejak digital kejahatan Arya tetap saja tidak bisa hilang, karena apa yang terjadi didunia digital tidak sepicik cara pikir Arya tersebut. Tulisan asli telah diabadikan sejumlah warganet dan beberapa media nasional.

Berikut postingan asli sebelum diedit oleh Arya"

“Siapa pun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fan page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12) seperti dikutip dari jawapos

Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya. Ia menyertakan screenshoot unggahan Instagram @creme_de_violette yang berjudul

“Jangan biarkan mereka meracuni Bali Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua," katanya



‎Sebelumnya Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Eddy telah melaporkan Anggota DPD dari pemilihan Bali, Arya Wedakarna‎ ke BPK DPD. Diungkapkan Lukman dalam pelaporan itu karena Arya diduga menjadi otak pelaku atas persekusi yang dialami oleh Abdul Somad di Denpasar, Bali beberapa waktu lalu.

Menurut Lukman, adanya satu pelanggaran etik yang dilakukan oleh Arya, sehingga BK DPD perlu tancap gas dalam memproses laporan yang ia layangkan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan sikap dari Arya ini telah membuat rusak citra DPD. Jadi, tidak ada alasan bagi DPD untuk menindaklanjuti laporannya.

Sebagaimana diketahui, anggota DPD asal Bali ini menolak kedatangan Ustad Abdul Somad yang akan melakukan safari dakwah di Pulau Dewata tersebut 8-10 Desember. Dalam akun Facebook-nya, Arya menuding Ustad Abdul Somad adalah anti-Pancasila.(aya/jpg)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.