Fahri Hamzah: Ada Rasa Trauma dari Pemimpin Negara Terhadap Reuni Akbar 212

Fahri Hamzah: Ada Rasa Trauma dari Pemimpin Negara Terhadap Reuni Akbar 212
Fahri Hamzah: Ada Rasa Trauma dari Pemimpin Negara Terhadap Reuni Akbar 212

Kabarsatu-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku heran bahwa ada unsur trauma dalam aksi reuni alumni 212 yang akan dilaksanakan Sabtu (2/11) mendatang. Menurutnya rasa trauma itu muncul dari pemimpin negara, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Terus terang saya sendiri tidak bisa memahami kenapa trauma terhadap kegiatan aksi damai itu masih bisa ada di Indonesia," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

"Saya kira ini trauma yang mungkin datang karena membaca sinyal dari perasaan pemimpin terutama pemimpin yang membawahi aparat yang bertugas untuk dalam hal ini Presiden," sambungnya.

Fahri menduga Jokowi memiliki trauma dengan aksi damai 411 dan juga 212 tahun lalu karena tidak bisa hadir. Dia pun berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa hadir dalam acara reuni akbar aksi 212 kali ini.

"Ayok kita menikmati betapa damainya umat yang ngumpul ini. Karena semuanya itu ingin datang datang. Pak Jokowi ajaklah teman temannya itu," ungkapnya.

Ia juga menduga bahwa ada provokator yang ingin memperkeruh suasana antara Jokowi dan juga para peserta aksi 212. Padahal acara tersebut hanya untuk sekedar menyambung tali silaturahmi antar sesama.

"Kita jadi kayak musuhan padahal orang mau ngumpul biasa aja jadi kayak musuhan. Dan dibiarkan supaya kita musuhan. Ini ada provokator lagi berkuasa. Ini sangat menyedihkan bangsa kita ini," ujarnya.

Fahri pun mendukung sepenuhnya aksi semacam ini. Hal itu, katanya, guna melihat sosok asli dari Jokowi.

"Yah menurut saya sih bagus aja diteruskan biar ketahuan juga warna aslinya Jokowi ini. menurut saya masyarakat seperti kita itu aspirasi enggak boleh dilarang larang. Terusin aja," tandasnya. (aya/mer)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.