Elektabilitas Jokowi Jatuh di Pelaku Pasar Tradisional, Prabowo Naik

Elektabilitas Jokowi Jatuh di Pelaku Pasar Tradisional, Prabowo Naik
Elektabilitas Jokowi Jatuh di Pelaku Pasar Tradisional, Prabowo Naik

Kabarsatu- Indonesia Development Monitoring (IDM) dalam survei terbarunya menyebutkan, masyarakat khususnya pelaku ekonomi pasar tradisional menginginkan perubahan nyata di tahun 2019 mendatang.

Hal itu terungkap dalam survei yang digelar dengan responden sebanyak 2.180 orang yang tersebar di 1090 pasar tradisional di 390 kota dan kabupaten. Dengan margin of error ± 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun metode yang digunakan, penelitian ini menggunakan instrumen data berupa angket yang bersifat terbuka dan tertutup.

"Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner yang sebelumnya sudah dirumuskan oleh para peneliti di IDM,” ujar Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (17/12).

“Dari survei itu, banyak yang mengaku kecewa dengan kinerja tim ekonomi Jokowi. Sebagian bahkan menganggap Jokowi ingkar janji,” paparnya.

Tercatat 77.3 persen beranggapan pemerintahan Jokowi-JK tidak meralisasikan janji mereka untuk membangun ekonomi kerakyatan dan tidak memprioritaskan pasar tradisional sebagaimana janjinya dalam kampanye.

"Sedangkan sebanyak 14.1 persen menjawab pemerintah Jokowi-JK sudah merealisasikan janjinya, walau belum dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dan sisanya sebesar 8.6 persen menjawab tidak tahu," ujarnya.

Atas dasar temuan di atas, IDM pun menanyakan, siapakan menurut anda tokoh yang layak menjadi Presiden Indonesia pada 2019?

"Hasilnya, nama Jokowi hanya dipilih 26,30 persen responden, hasil ini tentu jauh lebih kecil dengan Prabowo Subianto yang mendapat suara 44,70 persen responden," tandasnya.

Selanjutnya, nama Gatot Nurmantyo dengan 8,30 persen, Puan Maharani 3,50 persen, Muhaimin Iskandar 2,10 persen. Sementara Zulkifli Hasan mendapat suara 1,40 persen, Anies Basweden 2,30 persen, Agus Yudhoyono 0,80 persen, dan Airlangga 4,20 persen.

“Yang tidak menjawab alias tidak punya pilihan 6,40 persen," bebernya.

Menurut Bin Firman, untuk diketahui, pasar tradisional atau pasar rakyat memang menjadi salah satu jantung perekonomian masyarakat.

“Kedudukan pasar tradisional masih tetap penting dan menyatu dalam kehidupan masyarakat di tengah maraknya belanja online di kota-kota besar di Indonesia,” paparnya.

Maka, kata dia, tak heran jika pasar tradisional selalu dijadikan panggung politik oleh para elit politik dalam melakukan kampanyenya, baik dalam Pileg, Pilkada, hingga Pillpres.(aya/jawapos.com)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.