Duo Singa Parlemen, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Siap Hadir Aksi Bela Palestina

Duo Singa Parlemen, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Siap Hadir Aksi Bela Palestina
Duo Singa Parlemen, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Siap Hadir Aksi Bela Palestina

Kabarsatu- Duo Singa Parlemen Wakil DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah Siap hadir di aksi bela Palestina.Hal itu disapmpaikan oleh perwakilan GNPF MUI, Munarman di Gedung DPR.Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengajak pemimpin DPR RI ikut berpartisipasi dalam Aksi Bela Palestina yang akan digelar, Minggu (17/12).

"Kehadiran kami menyampaikan Aksi Bela Palestina, secara resmi kami pihak penyelenggara acara mengundang bapak-bapak DPR, Pak Fadli (Zon) dan Pak Fahri (Hamzah) berserta pimpinan lain," kata perwakilan GNPF MUI, Munarman di Gedung DPR, Kamis (13/12).

Selain Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Munarman juga mengundang jajaran pimpinan fraksi DPR, khususnya Komisi I yang kinerjanya bersinggungan dengan politik luar negeri.

Munarman menyampaikan aksi tersebut akan dimulai dengan salat subuh berjamaah di Monas kemudian secara resmi akan dimulai mulai pukul 06.00 WIB.

"Jam 11.00 WIB paling lama selesai," ujarnya.

Wakil Ketua GNPF MUI Zaitun Rasmin berharap Aksi Bela Palestina tersebut menyatukan umat Islam dan bangsa Indonesia terkait dengan masalah pengakuan sepihak Amerika Serikat atas pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem.

"Acara tersebut membawa tagline Indonesia bersatu bela Palestina," ucap Zaitun.

Menanggapi ajakan tersebut, Fadli menyatakan dirinya dan Fahri akan hadir dalam Aksi Bela Palestina tersebut

"Insya Allah saya akan hadir atas undangan bapak-bapak, Pak Fahri bisa hadir juga tidak ke daerah," kata Fadli.

"Kami juga sampaikan ke komisi I dan komisi VIII, tolong nanti sekjen disampaikan undangan dari beliau sehingga kita bisa partisipasi masyarakat," imbuhnya.

Menurut Fadli, aksi bela Palestina tersebut merupakan kegiatan yang ditunggu oleh masyarakat. Aksi tersebut menunjukkan keberpihakan Indonesia secara nyata kepada Palestina.

"Masalah ini jadi PR dan utang bagi Indonesia," ujarnya. (aya/cnnindonesia)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.