Berebut Cawagub, Koalisi Pendukung Ridwan Kamil Terancam Bubar

Berebut Cawagub, Koalisi Pendukung Ridwan Kamil Terancam Bubar
Berebut Cawagub, Koalisi Pendukung Ridwan Kamil Terancam Bubar

Kabarsatu- Pengamat Pusat Studi Politik Unpad Muradi mengatakan bahwa koalisi pendukung Cagub Ridwan Kamil belum solid. Ia menyebut Ridwan Kamil berpotensi jomblo di Pilgub Jabar 2018.

Ridwan Kamil sebenarnya sudah mendapat dukungan dari Nasdem, PKB, PPP dan Golkar. Namun koalisi ini sangat rentan pecah lantaran PKB, PPP dan Golkar masih berebut mendapatkan posisi pendamping Ridwan Kamil dengan opsi konvensi dan musyawarah.

Menurut Muradi PKB dan PPP nampaknya akan menghitung ulang dukungannya apabila dalam keputusan akhir, kadernya tidak diakomodir. Sementara Golkar yang akan menghadapi Munaslub pemilihan ketum baru bisa terjadi juga kejutan.

“Saya kira harus dipenuhi betul. Emil kalau tidak sensitif, bisa kehilangan dukungan dari PPP dan PKB. Bisa jadi golkar juga hilang, kalau munaslub ada perubahan, bisa jadi Golkar berubah dukungan,” kata Muradi di Bandung, Senin (11/12/2017).

Sementara itu Nasdem sebagai partai pertama yang mendeklarasikan dukungan terhadap Emil, dipertanyakan oleh kalangan santri. Emil lalu menjelaskan soal Nasdem dihadapan Komunitas Pesantren se-Jabar.

“NasDem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya” ujar pria yang akrab disapa kang Emil ini.

Ucapan Emil tersebut diunggah dalam potongan video yang menjadi viral di Twiter dan YouTube.

Sementara pengamat Unpad lainnya, Firman Manan, menilai Gerindra akan kesulitan membangun kesepakatan PKS dan PAN seperti di Pilgub DKI Jakarta untuk Pilgub Jabar 2018.

Pasalnya, dengan waktu yang tersisa tergolong pendek. Bargain politik Gerindra dengan partai dan elit-elit politik di Jabar juga tidak sekuat saat Pilgub DKI Jakarta. Terlebih saat ini parpol sudah mulai mensolidkan koalisi masing-masing. Sedangkan Gerindra baru saja mengumumkan Sudrajat.

“Membangun kesepakatan dengan elit-elit di partai lain untuk membuat poros koalisi dalam rangka memenuhi peryaratan pencalonan, probelmnya saat ini poros Demokrat – PKS – PAN semakin mengkristal dalam mendukung Demiz – Syaikhu” ujar Firman.

Komitmen PKS terhadap koalisi Demiz – Syaikhu disampaikan Pjs Ketua DPW PKS Nur Supriyanto.

“Kami masih berkomitmen di koalisi Zaman Now. Kami juga ingin kalau Gerindra gabung dengan kami. Apalagi kami belum mendapat arahan dari DPP,” ujar saat dihubungi via telepon, Jumat (8/12/2017).(aya/plt)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.