Survei Median: Semua parpol di DPR, China jadi ancaman serius NKRI

Survei Median: Semua parpol di DPR, China jadi ancaman serius NKRI
Survei Median: Semua Parpol di DPR Akui China jadi ancaman serius NKRI

Selain melakukan survei soal persepsi publik, Media Survei Nasional (Median), juga melakukan jajak pendapat terhadap konstituen partai politik besar. Median ingin melihat bagaimana pandangan mereka terhadap lima negara yang sebelumnya dianggap paling mengancam Indonesia.

Adapun negara paling mengancam menurut publik yang disurvei sebelumnya adalah China, Amerika Serikat, Malaysia, Israel dan Myanmar.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan di mata konstituen PDIP negara yang paling mengancam di Indonesia adalah China dengan persentase 24,1 persen. Kemudian diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 15,7 persen, Malaysia 7,2 persen, Israel 2,4 persen dan Myanmar 2,4 persen.

"Yang menarik dari PDIP, konstituennya menganggap Tiongkok sebagai ancaman (terbesar bila mengacu pada perolehan angka survei)," kata Sudarto di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Senada dengan PDIP, di mata konstituen Golkar menilai China menjadi negara paling mengancam Indonesia dengan 18,0 persen. Kemudian diikuti Amerika Serikat 12,0 persen, Malaysia 12,0 persen, Myanmar 6,0 persen dan Israel 2,0 persen.

Sedangkan konstituen Gerindra menganggap China cukup berbahaya dengan persentase 23,1 persen, Amerika Serikat 23,1 persen, Israel 3,8 persen, sementara untuk Malaysia dan Myanmar tak ada yang memberikan jawaban.

Untuk konstituen Demokrat, sebanyak 16,7 persen menganggap China sebagai ancaman serius. Diikuti Serikat 16,7 persen, Malaysia 11,1 persen, Israel 2,8 persen dan Myanmar tak ada yang memberikan jawaban.

Lalu, konstituen PKB menjawab, China sebagai negara mengancam dengan persentase 13,6. Disusul Amerika Serikat 18,2 persen, Malaysia 9,1 persen, Israel 9,1 persen, dan Myanmar 0 persen alias nihil.

Kemudian PAN menilai China juga mengancam dengan persentase 33,3 persen. Sedangkan negara AS, Malaysia, Israel, Myanmar nihil. Kemudian konstituen PKS yang menganggap China sebagai ancaman sebanyak 53,6 persen, Israel 27,1 persen, Amerika Serikat 7,1 persen, Myanmar 3,6 persen, dan Malaysia 0 persen.

Konstituen NasDem juga menilai China mengancam dengan persentase 40,0 persen, kemudian Malaysia 40,0 persen. Sementara Amerika Serikat ,Israel dan Myanmar 0 persen. Dan sebanyak 9,7 persen konstituen PPP menganggap China juga sebagai ancaman serius, diikuti Amerika Serikat 22,6 persen, Malaysia 6,5 persen, Israel 0% dan Myanmar 0%.

Sedangkan konstituen Hanura menganggap China sebagai ancaman sebanyak 50,0 persen, Amerika Serikat 0 persen, Malaysia 0 persen, Israel 0 persen, dan Myanmar 0 persen. Sebanyak 50,0 persen, Konstituen PBB menganggap China sebagai ancaman, Amerika Serikat 0 persen, Malaysia 0 persen, Israel 0 persen dan Myanmar 0 persen.

Terakhir adalah konstituen Partai Perindo. Sebanyak 0 persen konstituen menganggap tak menganggap China sebagai ancaman, sementara Amerika Serikat 11,1 persen, Malaysia 22,2 persen, Israel 11,1 persen, Myanmar 11,1 persen.

"Begitupun dengan konstituen Perindo, yang memilih Perindo tidak ada yang memberi respon negatif terhadap Tiongkok," ujarnya.

Dirinya berharap dengan adanya survei tersebut terhadap konstituen partai politik pemerintah bisa menentukan langkah selanjutnya.

"Mudah-mudahan ini dapat disikapi oleh parpol, pemerintah dan seterusnya dalam rangka menentukan langkah selanjutnya. Tolong bedakan antara Tiongkok dan Tionghoa," tandasnya.

Survei Median dilakukan pada 14-22 September 2017 dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang yang masuk dalam kategori pemilih. Margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun metode survei yang digunakan yakni multistage random sampling dan proporsional atas populasi dan gender.(anya/mrd)

sumber:merdeka.com
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.