Protes OPM Disebut "SEPARATIS", Pengamat Ini sebut " Cuma mengganggu ketertiban saja"

Protes OPM Disebut "SEPARATIS", Pengamat Ini sebut " Cuma mengganggu ketertiban saja"
Protes OPM Disebut "SEPARATIS", Pengamat Ini sebut " Cuma mengganggu ketertiban saja"

Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie tak sepakat dengan penggunakan kata 'separatisme' dalam sebutan untuk kelompok yang melakukan penyanderaan di Tembagapura, Papua. Menurutnya juga, sebaiknya yang menangani persoalan di Papua itu adalah Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Saya tidak sepakat tiba-tiba ada kata 'separatis' disisiplan di antara kriminal bersenjata. Sudahlah, yang jelas saja, itu mengganggu ketertiban sajalah," ungkap Connie di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11).

Connie merasa khawatir jika nantinya TNI di Papua dihajar seperti kasus Timor-Timur dahulu. Apalagi saat ini kondisinya mendekati pemilihan umum (Pemilu). Maka dari itu, ia menyarankan agar nama kelompok tersebut disebut dengan Gerakan Kriminal Bersenjata. "Siap tidak tiba-tiba Papua semakin ramai, tentara kita dihajar juga secara seperti (di) Timor-Timur? Saya sih tidak siap," kata dia.

Karena itu, ia menyarankan agar sebaiknya dalam menyelesaikan masalah tersebut, jangan TNI yang diturunkan, melainkan Polri. Menurut Connie, sebaiknya kasus untuk kelompok tersebut dimasukkan ke dalan kategori penegakkan hukum. Menurutmdia, kelompok tersebut telah mengganggu ketertiban.

"Jadi, polisi saja yang jaga ketertiban. Kalau sekarang kita bilang ini gerakan militer, potong kuping saya, United States akan maju, HAM akan heboh. Kita belum bisa, precision guided kita belum kuat, kecuali kita sudah punya itu," terang dia.

Connie beranggapan seperti itu karena melihat kapabilitas tentara dan keadaan politik saat ini. Dengan polisi yang diturunkan atas nama penegakan hukum, tak ada satu pun negara yang boleh ikut campur. Ia juga menilai, dengan begitu, kegaduhan soal Papua akan dapat teredam.

Saat ini, menurut Connie, pergerakan pihak luar untuk ikut campur sudah sangat jelas. "Mendingan sekarang, sekali lagi, pertama saya minta Polri yang maju. Kalau kemudian besoknya atau kapan Polri telepon Panglima untuk meminta bantuan, tetap yang maju Polrinya. Dan itu hak Polri minta BKO dari angkatan bersenjata," tutur Connie.(aya/rep)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.