Nyinyir Soal APBD DKI 2018, Amnesia Massal Para ‘Ahokers’

Nyinyir Soal APBD DKI 2018, Amnesia Massal Para ‘Ahokers’
Nyinyir Soal APBD DKI 2018, Amnesia Massal Para ‘Ahokers’

Oleh: Edriana Noerdin*

Jakarta, Swamedium.com – Apakah teman semua lupa pernyataan Ahok yang sangat jumawa dan gagah berani sambil ketawa-ketawa berkali-kali di media, baik mainstream maupun medsos sebelum die masuk penjara bahwa dia mengatakan:

“Anies Sandi ga bisa ngapa2in karena APBD 2018 sudah saya kunci”.

Masak lupa sih karena dulu anda-anda semua bangga sekali memposting dan mengomentari statemen beliau?

Sejak Juni dan Juli 2017 dokumen APBD 2018 tersebut sudah selesai dibuat dan banyak sekali birokrat loyalis Ahok Jarot di balaikota yang mati-matian mempersempit ruang untuk memasukkan program usulan Gubernur baru entah apa tujuannya???

Artinya APBD tahun 2018 masih produksi Ahok dan dilanjutkan oleh Jarot. Pahamkan anda-anda semua? Jadi kedengkian jangan dipelihara karena kasian rakyat kecil yang berharap program untuk kesejahteraan mereka bisa jalan segera.

Apalagi kalau anda mengaku aktivis, mbok kewarasan dan pikiran kritis harus terus dipelihara.

Nah disini saya sampaikan info contoh alokasi anggaran yang dikunci Ahok dan Jarot antara lain adalah

Hibah total yang dikucurkan oleh Ahok Jarot adalah:
2018 – Rp. 1,758,968,690,379
2017 – Rp. 1,472,760,030,329
2016 – Rp. 2,250,223,066,332

Mayoritas ya memang ke ormas dan institusi agama, tujuannya tebak sendiri?? Hibah ke Parisada Hindu Dharma syukur bisa dinaikan dari 500 jt (2016), 600 jt (2017), ke 1 milyar (2018).

Juga masih ingat ga itu para Marbot yang di umrohkan? Dan bantuan lainnya yang dikucurkan ke Mesdjid-mesjid pada masa kampanye Ahok? Uangnye dari mane??? Ya dari APBD yang sudah dikunci itu. Mbok mikir dikit gitu lo? Jangan asal main tuduh semua karena AniesSandi lah.

Eh ada juga lo yang untuk pembelian AC. Misalnya, tahun 2016 di jaman Ahok ada pengadaan AC Duct Split 20 PK untuk rumah dinas Gubernur, anggarannya 156 juta untuk 1 unit, kalau harga pasar pada waktu itu 103 juta lo? Hhhmmm butuh berapa unit tuh doi?


Sebagai perbandingan di anggaran 2016 jaman Ahok, ada pembelian refill pengharum ruangan untuk 190 ruangan di balaikota selama 12 bulan dengan harga satuan 103 ribu.

Ternyata sekarang juga sama tuh? Soal pengharum ruangan DPRD 350 juta? Itu untuk 255 ruangan selama 12 bulan, dengan harga satuan 103 ribu. Ups ternyata yang buat die-die juga tuh?

Kalau ente-ente memang perduli pada anggaran Jakarta ayo kita dukung upaya membongkar korupsi dana CSR? Korupsi dana Kompensasi yang dipakai untuk pembangunan berbagai infrastruktur? Dana swasta untuk team Gubernur yang lama? Ayo pembuktian terbalik kalau memang kagak ada korupsi disana?

Mau tau bagaimana teamnya Ahok yang katanya para konsultan muda-muda ga jelas entah dari mana? Sombongnya luar bias, petantang petenteng di Balaikota manggil-manggilin para SKPD untuk menambah dan mengurangi program dan anggaran sesuai kepentingan mereka? Siapa yang bayar mereka ya? Para cukong kah???

Ketika rakyat digusur kok ente pada diem aje? Ketika ada Korupsi RS Sumber Waras dan dana pembelian lahan Cengkareng kok ente keok kagak ade suare nye? Hayooo korupsi Reklamasi gimana kabarnya?

Masak isu korupsi pilih kasih? Tebang pilih?

Kemudian ayoo kembali mikir ya? Dana hibah untuk Menwa dari tahun 2016 sampai 2018, per tahunnya digelontorkan ya sebesar 1 milyar. Laskar Merah Putih juga sudah dapat jatah dari tahun lalu lo! Itu yang buat siape kalau bukan si Ono noh? Upsss salah lagi deh.

Tentang TGUPP, baca lagi deh bagaimana itu tahun-tahun sebelumnya dan angka 73 orang itu pertama muncul dari mana??? Makanya pada mikir dikit biar nanti ga malu sendiri.

Jadi jangan nafsu cuma buka APBD 2018. Lihat juga APBD 2017 dan 2016. Tinggal dibandingkan biar ga kelihatan banget kalau anda-anda amnesia akut, gagal move on atau hanya karena dengki hatinya?

Selamat siang dan Wassalam buat warga Jakarta yang masih waras. (aya/sw)


*Penulis adalah aktivis perempuan, peneliti Women Research Institute dan SMERU Research Institute
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.