Megawati Dipolisikan Ulama Terkait Pidato Hari Akhir, PDIP: Ada Pihak Provokatif dan Sara

Megawati Dipolisikan Ulama Terkait Pidato Hari Akhir, PDIP: Ada Pihak Provokatif dan Sara
Megawati Dipolisikan Terkait Pidato Hari Akhir, PDIP: Ada Pihak Provokatif dan Sara

Oleh sebab itu, Anggota Komisi III DPR meminta para kader PDIP seluruh Jawa Timur dan seluruh tim pendukung Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai cagub dan cawagub Jawa Timur, untuk tidak terpengaruh dengan propaganda dan provokasi.

"Tidak terpancing provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik di Jawa Timur dengan mengobar-ngobarkan an isu SARA," katanya.

Basarah memahami, dalam sistem negara hukum Indonesia, memang benar setiap warga negara dan masyarakat dapat melaporkan siapapun ke pihak kepolisian. Namun tidak semua laporan polisi itu wajib untuk ditindaklanjuti Polri ke tingkat penyelidikan atau penyidikan.

"Jadi apabila tidak memenuhi unsur-unsur pidananya, apalagi jika laporan polisi tersebut didasari motif menimbulkan masalah SARA yang dapat menciptakan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh seorang ulama dari Pondok Pesantren Al-Ishlah Pamekasan, Madura, Mohammad Ali Salim. Megawati dilaporkan atas dugaan penodaan agama saat memberikan pidato dalam HUT PDIP ke-44 pada Januari 2017.

Laporan itu telah diterima dan ditandangani oleh Kepala Siaga A SPKT Polda Jawa Timur Komisaris Polisi Daniel Hutagalung dan diberikan nomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM pada Rabu (8/11).

Dalam laporannya, Megawati disebut telah melanggar pasal 156 KUHP tentang menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Indonesia.(anya/jp)

sumber:jawapos.com
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.