ini Cerita Sekjen Golkar dalam Pertemuan Terakhir Sebelum Novanto Menghilang

ini Cerita Sekjen Golkar dalam Pertemuan Terakhir Sebelum Novanto Menghilang
ini Cerita Sekjen Golkar dalam Pertemuan Terakhir Sebelum Novanto Menghilang

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengaku tidak mengetahui keberadaan Ketua DPR Setya Novanto yang menghilang. Dia bercerita soal pertemuan terakhirnya dengan Novanto.

Idrus menjelaskan hal ini saat datang ke kediaman Setya Novanto di Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) pagi. Dia mengatakan terakhir bertemu dengan koleganya itu di Gedung DPR pada Rabu (15/11) sekitar pukul 14.00-15.00 WIB.

"Jadi sejak di DPR, sampai sekarang nggak komunikasi," kata Idrus yang datang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat.

Idrus Marham datang ke Rumah Setya Novanto pagi iniIdrus Marham datang ke Rumah Setya Novanto pagi ini Foto: Indra Komara/detikcom

Idrus pergi meninggalkan Setya Novanto untuk menghadiri HUT ke-6 sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem ke-IV di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia mengaku didelegasikan Novanto ke acara tersebut.

"Terakhir komunikasi kemarin, waktu sama-sama di kantor dan saya pamit karena beliau tidak bisa hadir pada undangan hari ulang tahun Partai NasDem, jadi saya ditugaskan untuk itu," ucapnya.

Namun saat ditanya, Idrus mengaku tidak tahu apa alasan Setya Novanto tidak bisa hadir ke acara tersebut. "Saya kan biasa ditugasi dan biasanya acara terkait partai politik lainnya memang ditugaskan pada saya," ucapnya.

Idrus menjelaskan, kedatangannya ke rumah Setya Novanto pagi ini juga untuk mencari tahu keberadaan Ketua Umum Partai Golkar itu. Apalagi menurut dia semalam istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, juga menanyakan keberadaan suaminya itu.

"Tentu saya berusaha untuk cari tahu posisi Bung Setnov ada di mana dan karena itu juga saya akan ketemu dengan keluarga di samping tentu keluarga pasti panik dan saya itu akan lakukan komunikasi penguatan dan sebagainya. Inilah proses hidup yang harus dihadapi. Saya akan sampaikan seperti itu," kata dia.

Idrus juga menambahkan soal kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto sebagai tersangka. Apalagi semalam penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Novanto. Dia menegaskan, Partai Golkar menghormati proses hukum. Meski begitu, asas praduga tak bersalah juga harus dihormati.

"Kami juga meminta pada seluruh masyarakat Indonesia agar di samping menghormati proses hukum, juga menghormati asas praduga tak bersalah sehingga tak langsung menjudge, menghukum. Biarlah proses ini dan saya punya keyakinan pada saatnya Pak Setya Novanto akan mengikuti proses dan akan koooeratif menghadapi masalah ini," ucapnya.(anya/dk)

sumber:detik.com
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.