Heboh, DPR Desak Bongkar Rekaman CCTV dan Semua Data Pelanggan Alexis

Heboh, DPR Desak Bongkar Rekaman CCTV dan Semua Data Pelanggan Alexis
Heboh, DPR Desak Bongkar Rekaman CCTV dan Semua Data Pelanggan Alexis

Pemprov DKI Jakarta menutup Hotel dan Griya Pijat Alexis di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Namun, penutupan tempat hiburan malam ini terjadi silang argumen antara pihak Alexis dan Pemprov DKI, mulai masalah prostitusi hingga pekerja asing.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta Hotel dan Griya Pijat Alexis membuka seluruh data pelanggan yang pernah berkunjung.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui siapa saja yang pernah berkunjung ketempat yang diduga menyediakan jasa prostitusi tersebut.

"Harus dibuka saja pelanggannya di situ. Biar masyarakat tahu," ujar Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/11) seperti dikutip dari CNNindonesia

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan, publikasi data pelanggan Alexis perlu untuk mengetahui siapa pihak-pihak yang munafik dalam menyikapi kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang tak memperpanjang izin usaha Alexis.

Lebih lanjut, Taufik menilai, pembukaan data itu juga diharapkan dapat menghentikan beragamnya pemberitaan mengenai Alexis yang membuat masyarakat semakin resah.

Tak hanya itu, ia juga meminta, Alexis membuka seluruh rekaman CCTV sesuai data pelanggan. Tujuannya agar data pelanggan yang disampaikan ke publik tidak menjadi sebuah fitnah karena ada bukti CCTV.

"Masak berhari-hari beritanya Alexis saja. Buka saja CCTV-nya supaya tidak jadi fitnah. Pelanggannya siapa, tulis begitu. Jadi tahu mana yang munafik, mana yang tidak," ujarnya.

Muncul pula petisi 'Satu Juta Dukungan untuk Bongkar Rekaman CCTV Alexis' di situs change.org. Petisi ini dibuat oleh akun bernama Teguh Eka tiga hari lalu atau persisnya, 30 Oktober 2017.

"Gubernur Anies Baswedan telah mengambil keputusan yang berani dengan menutup tempat prostitusi high class Alexis," tulis Teguh dalam petisi tersebut seperti dikutip Liputan6.com , Kamis (2/11/2017).

"Dukung langkah Gubernur Anies dan Presiden Jokowi untuk membersihkan Jakarta dari prostitusi dan tindakan asusila dengan membuka rekaman CCTV Alexis yang berisi para pejabat mesum agar ada efek jera," Teguh melanjutkan

Petisi tersebut akan dikirim kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Anies. Namun, dalam petisi tersebut jabatan Anies masih ditulis sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Hingga hari ini, pukul 12.10, petisi untuk Alexis tersebut baru ditandatangani 92 orang. Butuh satu juta tanda tangan sebelum petisi ini dapat dikirimkan ke Presiden Jokowi dan Gubernur Anies.(anya/lip /cnn)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.