Arbi Sanit Tuduh Reuni Akbar 212 Bayaran, Minta Polisi Jangan Kasih Izin

Arbi Sanit Tuduh Reuni Akbar 212 Bayaran, Minta Polisi Jangan Kasih Izin
Arbi Sanit Tuduh Reuni Akbar 212 Bayaran, Minta Polisi Jangan Kasih Izin

Sejumlah aktor politik dituding ada indikasi membiayai bergulirnya aksi reuni akbar 212. Hal ini mereka lakukan agar negara terus dalam keadaan gaduh.

Pengamat politik Arbi Sanit menilai, para donatur ini ingin agar stabilitas politik dalam negeri gaduh sehingga mengganggu pemerintahan Joko Widodo yang berdampak pada penurunan suaranya.

“Kalau enggak ada duitnya, siapa yang bisa kumpulin orang segitu banyak. Pasti ada donaturnya. Seperti yang dibikin di Marawi, pasti ada donatur itu,” kata Arbi kepada Kricom di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Menanggapi rencana unjuk rasa tersebut, Arbi menyarankan agar polisi dan Pemprov DKI tidak sampai memberikan izin.

“Jangan dikasih izin karena riskan terhadap demokrasi dan stabilitas politik negara. Enggak boleh dikasih,” tuturnya.

‎”Kegiatan ini harus dilarang. Alihkan ke tempat yang bisa dikontrol. Kalau liar seperti aksi 212 itu harusnya dilarang. Dari rahim, gerakan itu harus sudah dilarang, jangan tunggu lahir dulu. Negara dan pemerintah bersatu dengan aparat,” tambahnya.

Terkait dengan ada‎nya info soal kedatangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, Arbi meragukannya.

“Saya bilang enggak. Setnov aja ditangkap, gimana Rizieq. Hukum harus tetap ditegakkan karena dia sudah melawan hukum negara,” tutupnya. (aya/dk/kc)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.