Kata Romi PPP: Pemahaman Teks Kitab Suci Tidak Semuanya Sakral

Kata Romi PPP: Pemahaman Teks Kitab Suci Tidak Semuanya Sakral
Kata Romi PPP: Pemahaman Teks Kitab Suci Tidak Semuanya Sakral

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengatakan bahwa pemahaman atas sebuah kitab suci bukanlah hal yang suci. Sebab, pemahaman setiap orang atas kitab suci yang sama terkadang berbeda.

"Karena yang suci adalah firman Tuhan. Adapun pemahaman terhadap teks yang terdapat dalam kitab suci, tidak semuanya sakral," jelasnya saat menjadi pembicara di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provisi Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (18/10).

Bahkan, menurut Romi, pemahaman seseorang atau kelompok terhadap sebuah kitab suci, sebut saja kitab suci Umat Islam, Al-Qur'an terkadang melenceng dari pengertian sebenarnya. Contoh paling konkret adalah dibunuhnya Khalifah Ali bin Abu Thalib oleh Abdurrahman bin Muljam pada 19 Ramadhan 40H atau 30 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

"Padahal, Muljam adalah seorang hafidz dan bergelar al Mukri yang artinya fasih dalam melantunkan ayat Al Quran serta ahli puasa Senin-Kamis," imbuhnya.

Saat itu, lanjut Romi, Muljam menilai Ali telah murtad dari Islam karena memilih berdamai dengan Muawiyyah bin Abu Sufyan yang memberontak. Dia juga menganggap dengan perdamaian itu, Ali telah berhukum dengan hukum selain hukum Islam.

"Pembunuhan ini juga dilakukan di tempat suci, yaitu di masjid dan berdasarkan pemahaman yang salah, yang justru diambil dari kitab suci," jelasnya.

Untuk itu, Romi menekankan bahwa tidak ada radikalisme yang lebih berbahaya dibandingkan dengan radikalisme agama. Karena iming-imingnya adalah surga.

 "Padahal, semua orang yang beragama tentu merindukan surga. Akibatnya, pemahaman bahwa agamanya sendiri adalah yang paling benar, berdampak sangat mengerikan. Sebab, semua orang bisa melakukan kekerasan atas nama agama," demikian Anggota Komisi XI DPR RI ini.(arya/mol)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.