Demo Tutup Alexis Ricuh, Massa Dipukuli Preman Bayaran

Demo Tutup Alexis Ricuh, Massa Dipukuli Preman Bayaran
Demo Tutup Alexis Ricuh, Massa Dipukuli Preman Bayaran

Sejumlah massa dari Gerakan Relawan Jakarta Utara menggelar demo di depan Hotel Alexis, Jakarta Utara, Minggu (15/10) kemarin. Demo yang menuntut agar hotel itu ditutup berlangsung sebentar karena massa dibubarkan paksa oleh sekelompok preman bayaran.

Alfian Nur Fitroh selaku Koordinator Gerakan Relawan Jakarta Utara mengatakan, ketika demo berlangsung mereka dibubarkan oleh preman bayaran. "Kami diusir paksa sama preman bayaran," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (16/10).

Bahkan, akibat pengusiran paksa itu, dua rekannya mengalami memar. Pasalnya preman yang membubarkan itu juga memukul mereka. "Korban kemarin sudah kami lakukan visum," tambah dia.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Relawan Jakarta Utara, Mahdi Cholid mengatakan, ketika demo berlangsung mereka datang bersama 70 orang yang berasal dari remaja masjid, mahasiswa, ibu-ibu, serta lembaga pemuda.

Cholid menuturkan, demo itu mulai sekitar pukul 15.00 WIB. Massa membawa spanduk dan personel polisi juga hadir.

Namun sekitar 30 menit kemudian datang segerombolan pria premana bayaran bermuka sangar dan berbadan besar. "Jumlah mereka sekitar 30 orang dan langsung menghampiri kami dan terjadi adu mulut," kata dia.

Buntutnya, preman bayaran itu menyerang pendemo. Bahkan sekelompok pria berbadan besar itu juga memukuli dan menginjak beberapa demonstran yang jatuh. "Ada banyak yang terpukul dari kami," kata Cholid. Dia sendiri mengaku sempat ditendang massa tak dikenal itu.

Cholid mengaku dari sekian banyak pendemo yang dianiaya, dua di antaranya bersedia divisum. Mereka divisum di RS Sukmul di Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Sekarang kami akan diskusi dulu baru melapor ke polisi," pungkas Cholid.(*/jpg)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.