80 Ormas Tandatangani Deklarasi Kebangkitan Pribumi Indonesia

80 Ormas Tandatangani Deklarasi Kebangkitan Pribumi Indonesia

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Bertempat di Gedung Joang 45, Puluhan Ormas Pribumi mendeklarasikan persatuannya yang dibingkai dalam ‘Kebangkitan Pribumi Bersatu, Berdaulat dan Mandiri’, Sabtu (28/10/17).Deklarasi  ‘Kebangkitan Pribumi Bersatu, Berdaulat dan Mandiri ditanda tangani sekitar 80 ormas.

Susunan acara tersebut ialah membacakan ikrar Kebangkitan Pribumi dan penandatanganan deklarasi. Forum Syuhada Indonesia (FSI) yang juga sebagai pihak panitia dari acara tersebut terlihat membawa sejumlah massa yang berbaju hitam dengan bertuliskan ‘Hidup Mulia Atau Mati Syahid’.

Ust. Diko Nugroho selaku Panglima FSI dalam pidatonya menyampaikan, acara kita hari ini dengan tiga tujuan dasar yaitu Bersatu, Berdaulat dan Mandiri. Saya selaku bagian dari komponen anak bangsa berkumpul dengan para tokoh-tokoh, kami berharap bahwa dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ini menjadi titik balik, bahwa bersatunya Pribumi untuk menjadi tuannya dirumah sendiri.

“Setelah 70 tahun merdeka sampai saat ini hak-hak dasar nasib Pribumi belum termerdekakan, oleh karena itu kami bersepakat dan mufakat para pimpinan Ormas untuk mengukuhkan kembali medan perjuangan dalam Bersatu, Berdaulat dan Mandiri untuk Indonesia,” kata Diko dengan nada lantang.

Kita sangat paham bahwa dalam rangka kemerdekaan itu, Pribumi yang merebut haknya dari tangan penjajah, dulu kita disasaran fisik sekarang kita disasaran sistem secara undang-undang, perjanjian dan lisensi. Oleh karena itu dulu ada Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sekarang ada Corporate.

Diko juga menambahkan, “sebagai acuan dasar kedepan bahwa Gerakan Pribumi Indonesia diharapkan yang akan menjadi gelombang gelora pembangunan dan perlawanan terhadap penindakan semena-mena kaum penjajah Asing dan Aseng. Oleh sebab itu sudah 70 tahun kaum Pribumi sabar diinjak, tertindas dan ternistakan,” pungkasnya.

Inilah sebagai pondasi dasar kita untuk menyatukan visi kembali, bahwa kitalah sebagai hak dan pewaris NKRI juga berkewajiban menjaga NKRI ini.

Diko juga mengumandangkan yel-yel, ‘Pribumi Bersatu, Pribumi Bangkit, Indonesia mari bung rebut kembali’. “Dalam acara Ini baru permulaan, acara berikutnya akan lebih akbar,” ulas Diko sebagai panitia.

Ditrmpat yang sama Eka Jaya dari Ormas BPJ juga menyampaikan pidatonya, jangan pernah takut untuk membela kebenaran dan keadilan, bahasa Pribumi yang saat ini menjadi momok bagi mereka. Mereka yang bermentalkan kolonialisme, Asing dan Aseng mereka takut dengan kata-kata Pribumi. Dengan kata Pribumi justru menyatukan kita sebagai orang Indonesia asli.

“Maka dari itu perkuatkan dan persatuan diantara kita, kuatkan lagi persaudaraan diantara kita, jangan ada perpecahan diantara kita. Ada satu hal, apabila terjadi perpecahan maka segera cepat diselesaikan apabila tidak akan menimbulkan fitnah, dan itu akan menjadikan mudahnya kita diadu domba, maka kita akan gampang dikalahkan oleh musuh-musuh kita,” tegas Eka.

Ini adalah momen untuk kita, momen kebangkitan Pribumi, kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. (anya/ina)
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.