Video Tolak Pengungsi Rohingya, Klarifikasi Gubernur Syahrul: Itu Editan dan Diviralkan Lagi

Video Tolak Pengungsi Rohingya, Klarifikasi Gubernur Syahrul: Itu Editan dan Diviralkan Lagi
Video Tolak Pengungsi Rohingya, Klarifikasi Gubernur Syahrul: Itu Editan dan Diviralkan Lagi


Makassar, Kabarsatu - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo membantah keras tudingan bahwa dirinya membenci pengungsi Rohingya. Menurut Syahrul, sebagai umat beragama, justru ia sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa masyarakat Rohingya.

Terkait dengan penegasannya dalam video yang saat ini beredar luas, Syahrul menegaskan, video tersebut terjadi sudah lama. Pada saat itu, Pemprov dan semua pihak, bahu membahu mencoba semaksimal mungkin menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sulsel, khususnya di Makassar.

"Saat itu, ada demo 212. Sehingga, kita semaksimal mungkin memaksimalkan agar Sulsel, khususnya Makassar, tetap aman dan kondusif," terang Syahrul kepada Rakyatku.com, Sabtu (2/9/2017) tadi malam.

"Nah, kebetulan, ada wartawan yang bertanya soal pengungsi. Dan saat kejadian itu, banyak pengungsi yang memang bermasalah di Sulsel. Seperti pengungsi Afghanistan dan lain-lainnya. Tidak ada niat untuk itu (pengungsi Rohingya, Red). Dan video itu sudah lama," tegas Syahrul, memastikan.

Bahwa sekarang video itu setelah diedit dan kemudian diviralkan kembali saat terjadi kasus pembantaian masyarakat Rohingya, Syahrul menilai sebagai permainan politik orang tertentu.

"Ini perlu saya luruskan. Bahwa penegasan saya saat itu terjadi sudah lama. Dan tidak ada niat menyudutkan pengungsi Rohingya. Saat itu, memang banyak pengungsi yang bermasalah. Sehingga, saya tegaskan agar mereka jangan membuat persoalan baru. Kalau buat persoalan baru, saya tidak senang. Kan enak kalau kita hidup aman, tenteram dan semua kondusif. Masyarakat harus aman dalam melaksanakan aktivitasnya," tambahnya, meyakinkan.

Sejumlah kalangan, juga tidak percaya jika gubernur Sulsel dua periode itu bersikap membenci kelompok dan atau kalangan tertentu.

"Kita tahu kok Pak Syahrul. Beliau sosok yang sangat dekat dengan siapa pun. Dengan masyarakat saja, bisa kita lihat sendiri. Setiap orang bahkan didatangi untuk salaman. Itu salah satu contoh kecil. Masak iya sih seorang Syahrul seperti itu," kata dosen yang juga pengamat ekonomi yang dikenal dekat dengan SYL, Imam Mujahidin Fahmid.

Penegasan senada disampaikan Ilyas Iskandar. "Kita tahu kepribadian Pak Syahrul. Tidak mungkin. Beliau adalah guru, kakak, bahkan orang tua bagi siapa saja. Saya banyak belajar dari beliau. Saya salut. Terkhusus, bagaimana beliau ikhlas bekerja demi kepentingan banyak orang. Dan fakta tak bisa dibantah atas raihan prestasi di Sulsel saat ini," tandas Ilyas yang akrab disapa Karaeng Jalling.

Ilyas menambahkan, selama ini, banyak pejabat yang dia kenal. Biasanya, kata dia, "gas" bekerja untuk pejabat yang mau pensiun, mulai menurun.

"Tapi, Pak Syahrul berbeda. Secara tegas beliau mengajarkan kita bahwa amanah itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tidak mengenal waktu. Kita harus bekerja keras untuk banyak orang. Juga, ikhlas kepada siapa saja dalam menjalankan amanah," tandas Ilyas, menirukan penegasan SYL.

"Makanya, kita jadi heran kalau muncul hal semacam ini. Tapi, kita juga yakin bahwa editing foto atau video itu bisa dilakukan. Apalagi, ini sudah kejadian lama tapi dibuat seakan-akan menjadi sesuatu kejadian yang baru," katanya, serius.[ry/fatur]

Berikut Vidio yang beredar:

Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.