Polisi Proses Laporan Kasus Ujaran Kebencian Victor Nasdem, Iwan Sumule Datangi Bareskrim

Polisi Proses Laporan Kasus Ujaran Kebencian Victor Nasdem, Iwan Sumule Datangi Bareskrim
Polisi Proses Laporan Kasus Ujaran Kebencian Victor Nasdem, Iwan Sumule Datangi Bareskrim


JAKARTA -Iwan Sumule, salah seorang Ketua DPP Gerindra Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (11/9/2017) memenuhi panggilan Bareskrim, Mabes Polri. Iwan dimintai keterangan polisi tentang pelaporannya atas Victor Laiskodat, politisi Partai Nasdem.

"Setelah sekian lama, akhirnya polisi menindaklanjuti laporan saya terhadap terlapor Victor Laiskodat.

Senin, tanggal (11/9/2017), jam 10.00 WIB, saya akan dimintai keterangan sebagai pelapor di Bareskrim Polri (Depan St. Gambir), Jakarta Pusat. Saya akan didampingi oleh Tim Advokasi Pancasila (TAP). Terima kasih pak polisi," ujar Iwan di Jakarta.

Kedatangan Iwan yang didampingi oleh pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Pancasila (TAP) hampir bersamaan dengan kehadiran rombongan pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI di kantor Bareskrim, Mabes, Polri yabg yang tak jauh dari stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Namun masing-masing memiliki agenda yang berbeda.

Iwan Sumule melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Victor Bungtilu Laiskodat ke Badan Reserse Kriminal Polri. Viktor dituduh menyampaikan ujaran kebencian dalam satu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal Agustus 2017.

"Saya melaporkan ini sebagai pribadi dan sebagai kader Partai Gerindra tanpa instruksi dari partai. Ini murni inisiatif saya sendiri," kata Iwan Sumule di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Victor dilaporkan ke polisi dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik atau penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Iwan juga menyerahkan beberapa bukti ke penyidik polisi terkait laporannya. "Kami menyertakan video rekaman Viktor dan beberapa berita di media daring yang memuat berita Victor," katanya.

Dalam potongan video yang beredar di kalangan wartawan, Victor menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok ekstremis Islam di Indonesia.

Bukan hanya ke Gerindra, dalam video tersebut dia juga berturut-turut menyebut Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berada di belakang kelompok ekstremis Islam, kelompok yang akan membentuk khilafah.

Pernyataan Victor, yang merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR, dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu menurut Iwan berpotensi melahirkan gelombang kemarahan kader Partai Gerindra dan umat Islam dari berbagai daerah.[ts/fatur]
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.