Pemuda Muhammadiyah Pesimis Polisi akan Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel

Pemuda Muhammadiyah Pesimis Polisi akan Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel
Pemuda Muhammadiyah Pesimis Polisi akan Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel


JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pesimis atas kerja kepolisian dalam penuntasan menuntaskan kasus Novel Baswedan.

“Kami pesimis Polisi punya itikad baik mau menuntaskan kasus ini,” katanya dalam keterangan pers kepada rilis.id, Senin (11/9/2017).

Ia meragukan itikad baik dari pihak Kepolisian dalam penuntasan kasus teror terhadap Novel Baswedan.

"Bukan masalah kesulitan  teknis penyidikan. Tapi, diduga lebih karena masalah itikad baik kepolisian mau menuntaskan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan,” ungkapnya.

Ia merasa tidak heran, karena berdasarkan kasus-kasus yang diduga melibatkan pihak yang memiliki kekuasaan politik atau “pemilik senjata” polisi seringkali kesulitan menyelesaikan kasus-kasus tersebut.

“Itulah sebabnya kami meminta presiden terlibat langsung mendorong dan mengawal penuntasan kasus ini melalui pembentukan TGPF,” terangnya.

Terkait anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), lanjut Dahnil, Kan diisi oleh individu-individu yang kredibel dan independent, yang bisa melakukan asistensi dan pengawasan kerja pro-judisia yang dilakukan pihak kepolisian.

“Bila tidak terus terang, kasus ini akan serupa dengan kasus-kasus pelanggaran HAM yang tak kunjung dituntaskan,” lanjutnya

Bagi Dahnil, kesediaan dan ketidaksediaan Presiden Joko Widodo membentuk TGPF menjadi batu uji komitmen beliau dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

“Dimana, justru saat ini ada fakta keadilan hukum dan pemberantasan korupsi memasuki era kegelapan.” pungkasnya.[ril/fatur]
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.