Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, Maladewa Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, Maladewa Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar
Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, Maladewa Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar


Jakarta, Kabarsatu --Maladewa mengutuk keras kekejaman yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya dan bertindak secara cepat dengan memutuskan untuk menghentikan semua hubungan dagang dengan Myanmar.

Maladewa mengutuk dengan cara yang paling keras, kekejaman yang dilakukan terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar, dan sangat prihatin dengan situasi kekerasan baru-baru ini yang mengakibatkan tewasnya ratusan Muslim Rohingya dan menggusur ribu orang etnis Muslim Rohingya.

Kelompok minoritas Rohingya terus menderita di bawah penindasan yang sistematis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia tersebut di kelompok minoritas ini di Myanmar.



Maladewa  mengeaskan bahwa masyarakat internasional harus bertindak cepat dan tegas untuk menghentikan pertumpahan darah dan pembantaian terhadap minoritas Muslim Rhingya yang dilakukan oleh para biksu-biksu budha dan militer Myanmar.

Pemerintah Maladewa telah memutuskan untuk menghentikan semua hubungan dagang dengan Myanmar, sampai Pemerintah Myanmar mengambil tindakan untuk mencegah kekejaman dilakukan terhadap Muslim Rohingya.

Pemerintah Maladewa meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melihat pelanggaran berat hak asasi manusia terhadap Muslim Rohingya di Myanmar serta memberikan sanksi secara tegas terhadap pelanggaran tersebut seperti dikutip dari Departemen Luar Negeri Republic of Maldives.[ulfa]-sumber: foreign.gov.mv
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.