Dihadapan Projo, Jokowi : Saracen Itu Harus Dilawan!

Dihadapan Projo, Jokowi : Saracen Itu Harus Dilawan!
Dihadapan Projo, Jokowi : Saracen Itu Harus Dilawan!


Jakarta, Kabarsatu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para relawan yang tergabung ke Projo untuk santun dalam berselancar di media sosial (medsos).

Ia juga meminta agar semua pihak tidak menyampaikan ujaran kebencian dan fitnah lantaran berpotensi dapat memecah belah bangsa Indonesia. Bahkan, kata Jokowi, orang-orang yang menggunakan medsos seperti kelompok Saracen harus dilawan.

"Jangan sampai ada yang coba memecah belah, mencoba mengadu domba. Saracen itu harus dilawan, itu memecah belah, mengadu domba, itu harus dilawan!," tegas Jokowi saat menghadiri Rakernas III Projo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar teknologi dan medsos‎ dipergunakan untuk hal-hal yang positif. "Dan yang suka main medsos itu gunakan untuk yang positif sebagai saudara sebangsa setanah air, jangan ikut-ikutan seperti Saracan," imbuhnya.

Kepala Negara juga telah memerintahkan Polri untuk mengusut tuntas kasus jual beli jasa ujaran kebencian dan fitnah Saracen. Selain itu, Presiden Jokowi ‎juga meminta Korps Bhayangkara untuk tegas menangkap para pelaku penyebar ujaran kebencian di medsos.

"Kalau mau main medsos yang santun, yang sopan. Jadi saya sudah perintahkan untuk hal yang berkaitan dengan medsos, yang mau mecah belah Polri harus tegas. Kalau ada buktinya, fakta hukumnya jangan ragu untuk ditangkap," kata Jokowi.

‎Menurut dia, saat ini jalannya pemerintahan dianggap remeh lantaran dinilai tidak tegas. Apalagi, terhadap ormas-ormas yang diduga bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"‎Sekarang kalau nggak tegas nanti kita diremehkan. Termaksud ormas, kalau jelas-jelas anti-Pancasila dan tidak cinta NKRI," lanjut Jokowi.

"‎Siapa yang tadi yang bilang banyak? ya memang banyak, itu harus kita luruskan. Sekali lagi antar saudara sendiri sebangsa dan tanah air jangan adu domba di medsos, jangan mudah terpancing. Sampaikan bahwa kita itu majemuk kita beragam," ujarnya.[ok/fatur]-sumber:okezone.com
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.