Waduh, Polisi Mulai Kesulitan Ungkap Siapa Pemesan Ujaran Kebencian SARACEN

Waduh, Polisi Mulai Kesulitan Ungkap Siapa Pemesan Ujaran Kebencian SARACEN
Waduh, Polisi Mulai Kesulitan Ungkap Siapa Pemesan Ujaran Kebencian SARACEN


Jakarta, Kabarsatu --Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih kesulitan mengungkap pihak yang pernah memesan ke kelompok Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian berbau sara dan hoax.

Kepala Bagian Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, penyidik belum cukup bukti untuk mengungkap siapa pemesan dan kapan ada pemesanan. Saat ini, baru ada bukti proposal yang mengindikasikan petunjuk adanya pemesan. Proposal itu disiapkan oleh kelompok Saracen untuk menawarkan paket penyebaran ujaran kebencian.

Penyidik, menurut Awi, juga akan menelusuri transaksi pelaku, baik melalui bank ataupun secara tunai. "Tidak semudah membalikkan telapak tangan dan perlu ada untuk melengkapi alat buktinya," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Agustus 2017.

Dia menambahkan, "Ini tidak mudah karena dunia maya dan transaksi-transaksinya tidak semua melalui dunia maya, ada kopi darat dan termasuk penyidik sedang melacak untuk transaksi-transaksinya itu," kata Awi.

Saat ini, belum bisa dijelaskan sistem pembayaran maupun transaksi pada kelompok Saracen. Sebab, masih butuh pendalaman dan bukti lagi. Tapi penyidik sudah menemukan percakapan tiga tersangka kasus ini yang teridikasi terkait masalah uang.

"Tapi harus dibuktikan. Percakapan ketiga tersangka itu ada terkait masalah uang. Tapi untuk siapa yang pesan, pembayaran kapan, dimana, itu harus dibuktikan," ujarnya. [vn/ulfa]
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.