Pakar Digital Ini Pernah Ditawari Duit Miliaran Untuk Serang Agama Tertentu

Pakar Digital Ini Pernah Ditawari Duit Miliaran Untuk Serang Agama Tertentu
Pakar Digital Ini Pernah Ditawari Duit Miliaran Untuk Serang Agama Tertentu


Jakarta, Kabarsatu --Bareskrim Polri mengungkap sindikat penebar ujaran kebencian bernama Saracen. Polisi menangkap tiga tersangka dalam kasus ini.

Kelompok ini bergerak dengan peran dan tugasnya masing-masing. Dengan senjata ribuan akun, mereka menyebarkan isu ujaran kebencian dan bernada SARA sesuai dengan pesanan.

Dalam temuannya, polisi menemukan sebuah pesanan senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pakar komunikasi digital, Anthony Leong mengaku pernah mendapat tawaran yang lebih besar hingga miliaran rupiah untuk menyerang kelompok dan agama tertentu. Tapi tawaran itu tegas ditolaknya.

"Kita bekerja harus ada idealisme. Dalam strategi komunikasi atau kampanye politik perlu ada ideologi. Kita bertanding untuk bersanding bukan dengan menghalalkan segala cara untuk memenangkan kompetisi. Ujung-ujungnya memecah belah bangsa," ujar Anthony di Jakarta.

Terbongkarnya sindikat Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan itu menurut Anthony memang merupakan hal yang terorganisir, bukan semata aksi individu.

"Dalam konteks buzzer itu ada bandwagon effect, jadi mereka akan melakukan reposting dan broadcasting kembali kepada pengguna media sosial yang lainnya," tutur Anthony.

Anthony yang juga fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mengingatkan agar masyarakat waspada dan kritis terhadap konten-konten berbau SARA yang beredar di media sosial.

"Kemajuan era digital kini perlu diimbangi dengan perilaku masyarakat yang cerdas dan rasional dalam menanggapi sebuah isu. Jangan sampai mudah terprovokasi," imbau Anthony. [rmol/fatur]
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.