NU Tuban Desak Patung Kwan Seng Tee Koen Ditutup Permanen

NU Tuban Desak Patung Kwan Seng Tee Koen Ditutup Permanen
NU Tuban Desak Patung Kwan Seng Tee Koen Ditutup Permanen


Tuban, Kabarsatu  – Terkait polemik yang terjadi di masyarakat, Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) kabupaten Tuban merekomendasikan pada Bupati Tuban untuk menutup secara permanen patung Kwan Seng Tee Koen yang berada di Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan PCNU Tuban melalui rilis yang diterima SERUJI, hari ini, Senin (14/8), yang ditandatangani pengurus PCNU Tuban KH. Ahmad Mundzir.

“Pembangunan patung tersebut telah menyalahi kepatutan, etika kemasyarakatan, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga keberadaan patung Kuan Sing Tee Koen tersebut perlu DITUTUP SECARA PERMANEN,” bunyi rekomendasi PCNU Tuban berdasarkan hasil rapat pleno PCNU Kab. Tuban, Jum’at (11/).

Ada 4 hal yang dijadikan pertimbangan rekomendasi tersebut;
1. Kesatuan dan persatuan ummat, bangsa dan negara perlu dijaga dengan baik;
2. Sikap toleransi, saling menghargai antar ummat beragama harus senantiasa ditumbuh kembangkan;
3. Ketentuan perundang-undangan, peraturan daerah, serta peraturan lainnya harus menjadi pedoman bersama.
4. Sikap arogansi harus dihindari sehingga kerukunan masyarakat dan ummat beragama dapat terjaga dengan baik.

Berikut isi press rilis lengkap dari PCNU Tuban;

Pada senin 14 Agustus 2017 pkl 19.00 di Kantor PCNU Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Tuban telah dilaksanakan Pers Release PCNU ttg Patung Kuan Sing Tee Koen

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita bersama. Amin Ya Rabbal Alamin

Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno PCNU Kab. Tuban, Jum’at 11 Agustus 2017, atas dasar pertimbangan amar ma’ruf nahi munkar demi kemaslahatan ummat, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka PCNU Tuban perlu menyampaikan pokok-pokok pikiran sebagai berikut:

1. Kesatuan dan persatuan ummat, bangsa dan negara perlu dijaga dengan baik;
2. Sikap toleransi, saling menghargai antar ummat beragama harus senantiasa ditumbuh kembangkan;
3. Ketentuan perundang-undangan, peraturan daerah, serta peraturan lainnya harus menjadi pedoman bersama.
4. Sikap arogansi harus dihindari sehingga kerukunan masyarakat dan ummat beragama dapat terjaga dengan baik.

Atas dasar pokok-pokok pikiran tersebut, menyikapi keberadaan patung Kuan Sing Tee Koen di kawasan tempat ibadah Klenteng Tuban, PCNU Kab. Tuban menyampaikan pernyataan sikap sebagai rekomendasi kepada Bapak Bupati Tuban bahwa : Pembangunan patung tersebut telah menyalahi kepatutan, etika kemasyarakatan, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga keberadaan patung Kuan Sing Tee Koen tersebut perlu DITUTUP SECARA PERMANEN.

Demikian persyataan sikap PCNU disampaikan, untuk manjadikan maklum bagi seluruh warga NU di Kab. Tuban. Sebelumnya kami sampaikan terima kasih, Jazaakumullah Ahsanal Jaza’.

Wallahul Muwaaffiq ila Aqwamith Thoriq.,
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Tuban, 22 Dzulqo’dah 1438 H.
14 Agustus 2017 M.

Cap, ditanda tangani Pengurus PCNU Tuban KH. Ahmad Mundzir. dikutip dari seruji.[sj/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.