Namanya Difitnah Ikut SARACEN, Mayjen (Purn) Ampi Tempuh Jalur Hukum

Namanya Difitnah Ikut SARACEN, Mayjen (Purn) Ampi Tempuh Jalur Hukum
Namanya Difitnah Ikut SARACEN, Mayjen (Purn) Ampi Tempuh Jalur Hukum


Jakarta, Kabarsatu --Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanudjiwa menilai isu dirinya disebut bagian dari organisasi Saracen sebagai upaya balasa dendam. Ampi menduga upaya balas dendam ini berkaitan dengan surat terbuka tentang penangkapan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein yang dibuatnya tujuh bulan lalu.

"Saya kira ini balas dendam karena tujuh bulan yang lalu saya kirim surat terbuka terkait penangkapan teman saya Kivlan Zein," kata Ampi kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 25 Agustus 2017.

Saat itu, Ampi mengaku marah karena Kivlan ditangkap laiaknya seorang komunis. Hingga kini, dia belum bisa menerima kalau teman baiknya ditangkap polisi karena dituduh ingin melakukan makar.

"Walaupun sekarang sudah berubah proses hukumnya, tapi kira-kira saja. Hargai lah institusi kan ada Denpom, polisi militer kenapa polisi nangkap-nangkap mereka? Bagaimana mau makar duit aja enggak punya, makan aja susah," ujarnya.

Dia kembali menegaskan bakal mengambil langkah hukum terkait masalah ini. Siapapun yang menudingnya ikut andil dalam organisasi penyebar kabar hoaks itu akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Pokonya siapapun yang mencantumkan nama saya akan saya pidanakan. Apakah itu rekayasa BIN atau rekayasa polisi akan saya tuntut," pungkasnya.

Nama organisasi Saracen mulai jadi perhatian publik setelah tiga pengurusnya dicokok tim Siber Bareskrim Polri. Mereka yang ditangkap antara lain, MTF (43) selaku pengurus media dan informasi situs Saracennews.com; SRN (33) selaku koordinator grup wilayah; dan JAS (32) sebagai ketua.

Kelompok Saracen mulai eksis menyebarkan ujaran kebencoan berkonten SARA sejak November 2015. Mereka menyebarkan isu SARA melalui grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan grup lain yang menarik minat warganet.

Saracen mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan. Media-media yang mereka miliki, baik akun Facebook maupun situs, akan memasang berita atau konten yang tidak sesuai dengan kebenarannya, tergantung permintaan.

Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pemesan. Setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah. Hingga saat ini, akun yang tergabung dalam jaringan grup Saracen disebut-sebut lebih dari 800.000 akun.

Namun, beberapa hari terakhir nama Mayjen TNI (Purnawirawan) Ampi Tanudjiwa kerap dikaitkan dengan organisasi Saracen. Kabarnya, Ampi menjabat sebagai dewan penasihat di kelompok penyebar isu SARA tersebut. [mtn/fatur]
Berita Menarik Lainnya:
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.