KPK Bantah Johannes Saksi Kunci e-KTP, Pansus Angket: Dusta Apalagi yang Kau Buat

KPK Bantah Johannes Saksi Kunci e-KTP, Pansus Angket: Dusta Apalagi yang Kau Buat
KPK Bantah Johannes Saksi Kunci e-KTP, Pansus Angket: Dusta Apalagi yang Kau Buat


Jakarta, Kabarsatu --Bantahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status Johannes Marliem (JM) dikritik Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Karena, sebelumnya pimpinan komisi antirasuah itu menyebut JM sebagai saksi yang sangat penting.

"Aneh, dusta apalagi yang kau sembunyikan Bro Agus (Ketua KPK Agus Rahardjo)?? Berani jujur mundur ! KPK jujurlah karena berani jujur itu hebat," tulis Masinton dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (15/8).

Masinton menjelaskan, pada Jumat, 14 Juli 2017, Ketua KPK Agus Rahardjo berkata pihaknya mengirimkan penyidik ke Amerika Serikat karena ada saksi di sana yang sangat penting.

Nah, kata Masinton, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada definisi saksi kunci. Di situ tertulis berarti saksi yang sangat penting, yang dianggap mengetahui permasalahan dan dapat membantu dalam persidangan.

Karena itu, dia mempertanyakan mengapa setelah Johannes tewas, KPK tampak panik hingga harus menjelaskannya secara khusus kepada media dengan membantah istilah saksi kunci.

"Apa sesungguhnya urgensi bantahan KPK dengan istilah saksi kunci?" ujar Masinton.

Dia pun menduga, hakikat di balik bantahan istilah saksi kunci tersebut sejatinya untuk melindungi KPK dari kecerobohan oknum-oknumnya.

Seperti halnya kata Masinton, Agus Rahardjo yang sedang mencoba lari sembunyi dari pertanggungjawaban tugasnya memimpin KPK karena gagal melindungi keselamatan jiwa Johannes sebagai saksi yang sangat penting.

"Sikap reaksioner KPK ini sepertinya sudah menjadi modus pembenaran untuk melindungi penyelewengan oknum-oknum di dalam institusi KPK selama ini yang secara terbuka mulai diketahui publik," tambah Masinton.

Dia pun menilai, sikap KPK itu untuk menjaga marwahnya di depan publik. "Agar tetap disanjung sebagai yang paling benar KPK secara khusus memberikan keterangan pers dengan membantah istilah saksi kunci," pungkas politikus PDIP itu dikutip dari jawapos.[jpg/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.