Komunis Vietnam Kunjungi Indonesia, Publik Nilai Komunis Subur di Era Jokowi

Komunis Vietnam Kunjungi Indonesia, Publik Nilai Komunis Subur di Era Jokowi
Komunis Vietnam Kunjungi Indonesia, Publik Nilai Komunis Subur di Era Jokowi
Sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dan Ketua DPR Setya Novanto


Jakarta, Kabarsatu --Publik akan menilai komunis di Era Jokowi tumbuh ketika ada kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong  ke Indonesia.

Demikian Pimpinan Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean dalam pernyataan kepada suaranasional, Selasa (22/8).

 “Jangan sampai publik menilai di era Jokowi komunis tumbuh,” kata Ferdinand.

Kata Ferdinand, Lebih baik pemerintah Jokowi menolak saja kunjungan tersebut daripada menimbulkan friksi di tengah publik.

Menurut Ferdinand, dalam konstitusi Republik Indonesia sangat jelas ada larangan yang berhubungan dengan komunis.

 “Aturannya kan jelas, ada undang-undang yang mengatur dan melarang kita bekerjasama dengan pihak-pihak yang bertujuan menyebarkan ajaran komunis,” jelas Ferdinand.

Ferdinand meminta pemerintah menjelaskan kepada masyarakat tujuan kedatangan sekjen Partai Komunis Vietnam ke Indonesia.

“Jika mau menjalin kerjasama harus dilihat kerjasamanya apa, jangan sampai diberikan ruang bagi komunis untuk bertumbuh kembang,” tegasnya.

Sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun memberikan penjelasan soal kedatangan Nguyen ke Idnonesia.

Menurut Retno, kedatangan Nguyen ke Indonesia merupakan urusan resmi kenegaraan. Tidak ada hubungannya dengan ideologi negara Vietnam, yaitu komunis.

“Sekali lagi dealing kita dengan Vietnam adalah urusan kenegaraan. Tidak ada urusannya dengan ideologi,” tegas dia.[sc/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.