Tidak Diakui Diluar Negeri , BI Imbau Masyarakat Tukar Uang Baru di RI Sebelum ke Luar Negeri

 Tidak Diakui Diluar Negeri , BI Imbau Masyarakat Tukar Uang Baru di RI Sebelum ke Luar Negeri
Ilustrasi uang baru


Jakarta , Kabarsatu - Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri agar menukarkan rupiah baru dengan mata uang negara tujuan di tanah air.

Direktur Eksekutif Departemen Pengedaran Uang BI Suhaedi mengatakan sebaiknya penukaran uang di money changer negara asal demi keamanan.

"Jadi sebelum berangkat ke luar negeri, yang bersangkutan dapat menukarkan uang rupiahnya di money changer resmi dengan mata uang negara lain," kata Suhaedi kepada detikFinance, Kamis (6/7/2017).

Suhaedi mengatakan, hal ini harus dilakukan karena lebih aman dan praktis. "Ini bisa lebih efisien, tapi kalau dalam jumlah besar bisa dilakukan non tunai lebih praktis dan aman," ujar dia.

Penukaran ini juga supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di luar negeri, misalnya uang rupiah baru tidak diterima untuk ditukar dengan uang negara setempat.

Dia menambahkan, uang rupiah baik emisi lama maupun baru keduanya berlaku di tanah air karena merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Dari data statistik sistem pembayaran, indikator pengedaran uang, per Maret 2017 uang yang masuk dari perbankan ke Bank Indonesia tercatat Rp 43,028 triliun, jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode awal tahun 2017 sebanyak Rp 71,45 triliun.

Sementara untuk aliran uang keluar dari Bank Indonesia ke Perbankan per Maret 2017 tercatat Rp 52,56 triliun. Lebih rendah dibandingkan periode Januari 2017 Rp 23,24 triliun.

Kemudian untuk uang kartal yang diedarkan mencapai Rp 562,7 triliun lebih rendah dibandingkan Januari 2017 Rp 564,3 triliun.

Sebelumnya ada keluhan kurangnya pengakuan uang pecahan rupiah baru di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura dan Arab Saudi mulai bermunculan.

Seorang netizen bernama Dee Abdurrahman mengaku mengalami penolakan saat ingin menukarkan uang rupiah baru ke mata uang dolar AS. Melalui akun Facebooknya, dia mengungkapkan keluhannya tentang legalitas uang rupiah baru di luar negeri.

"Uang baru hanya berlaku di Indonesia saja. Saya kemarin di Hong Kong dan Singapura tidak bisa ditukar," kata Dee.

Kejadian yang sama juga dialami netizen lainnya Yanto. Dia mengatakan, istrinya kesulitan menukarkan uang rupiah ke riyal saat melakukan ibadah haji beberapa waktu lalu. "Mereka nggak mau nerima uang rupiah baru, maunya uang rupiah lama," kata Yanto seperti dilansir dari republika online. [detik/republika/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.