Terlibat Korupsi E-KTP, Dua Gubernur PDIP Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey Diperiksa

Terlibat Korupsi E-KTP, Dua Gubernur PDIP Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey Diperiksa
Terlibat Korupsi E-KTP, Dua Gubernur PDIP Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey Diperiksa
Dua Gubernur PDIP Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey diperiksa terkait Korupsi E-KTP


Jakarta, Kabarsatu - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut keterlibatan pihak lain terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Kali ini, dua Gubernur asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey turut diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah pada hari ini. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.


"Ya keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus)," ‎kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (4/7/2017).

Keduanya pun datang memenuhi panggilan pemeriksaan KPK‎ dalam selang waktu yang tidak begitu lama. Pantauan di lapangan, Olly datang mengenakan kemeja putih, sedangkan Ganjar, mengenakan kemeja batik hijau sekira pukul 10.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, keduanya menjelaskan bahwa pada pemeriksaan kali ini, mereka akan dimintai keterangan untuk tersangka Andi Agustinus. ‎Keduanya sebenarnya sudah pernah diperiksa untuk tersangka Irman dan Sugiharto pada saat proses penyidikan.

Namun tampaknya, penyidik kembali membutuhkan keterangan dari keduanya untuk tersangka Andi Narogong. Ganjar pun mengakui, bahwa pada pemeriksaan kali ini ia ditanya oleh penyidik seputar anggaran proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012 di DPR.

"Saya ditanya mengenai proses anggaran saja," kata Ganjar usai diperiksa di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Diketahui sebelumnya, dalam surat dakwaan dua terdakwa perkara korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, keduanya disebut-sebut kecipratan dana haram proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012.

Olly Dondokambey disebut turut kebagian jatah proyek e-KTP sebesar USD1,2 juta, Sedangkan Ganjar, kecipratan dana haram proyek e-KTP senilai USD520 ribu.

Namun demikian, keduanya kompak membantah telah menerima dan menikmati uang dari hsil korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun[okzone/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.