Polresta Depok Berhasil Gagalkan Penyeludupan 1 Ton Narkoba Jenis Sabu Dari WNA Taiwan

Polresta Depok Berhasil Gagalkan Penyeludupan 1 Ton Narkoba Jenis Sabu Dari WNA Taiwan


DEPOK, Kabarsatu - Tim Gabungan Satgas Merah Putih dari Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 1 ton di kawasan Anyer, Banten, Kamis (13/7/2017).

Dengan pengungkapan kasus tersebut, polisi bisa menyelamatkan 10 juta anak muda dari bahaya nakroba.

Kepala Satresnarkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholos Aryana mengatakan, 1 gram sabu bisa merusak hingga 10 orang pengguna yang rata-rata berusia produktif, yakni para generasi muda.

"Betul, 1 gram (bisa merusak) 5 hingga 10 orang karena sabu biasanya dipakai beramai-ramai," ujar Putu kepada Okezone.

Berarti, jika 1 gram sabu bisa merusak hingga 10 orang, maka 1 ton (1.000 kg) diperkirakan 10 juta jiwa generasi muda rusak karena narkoba.

"Sabu ini kuat di efek stimulan dan halusinogennya. Merusak saraf. Tubuh dipacu melebihi batasnya. Rata-rata menyasar usia produktif 20-40 tahun," terangnya.

Sebelumnya, Satgas Merah Putih yang terdiri dari Tim Gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok di bawah pimpinan Kombes Nico Afinta dan Kombes Herry Heryawan telah melakukan pengungkapan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan empat orang warga negara Taiwan di dermaga bekas Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten.

Di sana, tim berhasil mengamankan barang bukti 51 kotak yang dibungkus plastik dengan total 1.000 kg atau 1 ton.

Tersangka yang diamankan yakni Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sementara satu orang pengendali atau bos bernama Lin Ming Hui ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.

"Satu tersangka lagi atas nama Hsu Yung Li masih dilakukan pengejaran," kata Kombes Herry.[ok/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.