Penangkapan Nenek 61 Tahun oleh Porlesta Palembang Karena Cabuli Remaja 13 Tahun!

Penangkapan Nenek 61 Tahun oleh Porlesta Palembang Karena Cabuli Remaja 13 Tahun!


Palembang, Kabarsatu - Hubungan tidak lazim antar pasangan dengan perbedaan usia yang cukup jauh terjadi lagi.

Seorang nenek bernama Harni alias JW (61) diamankan oleh unit PPA Polresta Palembang karena diduga melakukan aksi pencabulan terhadap bocah SD berinisial AR (13), Kamis (20/7/2017).
Di hadapan petugas, nenek JW mengaku laporan dari keluarga AR mengenai aksi pencabulan tersebut memang benar adanya.

Berikut tim TribunWow.com himpun fakta-fakta terkait aksi pencabulan yang dilakukan oleh nenek JW ini!

Simak selengkapnya di sini

1. Nenek JW mengaku sudah 8 kali melakukan pencabulan tersebut

Melansir dari Sriwijaya Post, sejak beberapa bulan terakhir, nenek JW mengaku dirinya sudah sekitar delapan kali melakukan hubungan intim dengan bocah tersebut.

Bahkan, ia juga mengaku sebelum melakukan hubungan intim bersama AR, dirinya sudah terbiasa melakukan hal tersebut kepada sesama jenis.

"Dia itu sudah saya anggap seperti anak sendiri tidur di rumah berhari-hari. Benar saya lakukan itu (hubungan intim, red) sudah delapan kali sejak beberapa bulan terakhir," jelasnya.

2. Korban mengalami trauma dan ungkapkan fakta mengejutkan di depan polisi

Melansir dari Sriwijaya Post, AR sebagai korban pencabulan nenek JW ini mengalami trauma yang mendalam atas kasus yang menimpanya.

Terpantau, bocah laki-laki ini terus tertunduk lesu saat ditemani keluarganya dan Dinas Sosial Sumatera Selatan saat menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang unit PPA Polresta Palembang, Selasa (18/7/2017).

Ia menceritakan kronologi nenek JW yang diduga melakukan aksi cabul terhadapnya hingga berkali-kali di kediaman nenek JW.

"Saya disuruh tidur terlentang lalu dibukanya celana. Dia menaiki badan saya, tak sampai lima menit ada cairan keluar," ungkapnya.

Akibat kejadian itu, AR mengakui mengalami trauma mendalam.

Ia bahkan menjadi bahan bully-an teman-temannya di sekolah karena menjadi korban cabul nenek JW.

"Saya malu pak sering dibully teman. Saya masih shock dan trauma," terangnya.


3. Ada korban lain selain AR!

Masih melansir dari Sriwijaya Post, ternyata korban nenek JW tak hanya AR.AR menjelaskan, menurut pengakuan JW kepadanya, ada korban lain yang pernah menjadi korbannya dan diangkat menjadi anaknya.

"Nenek bilang ada orang lain selain saya. Sudah diangkatnya jadi anak," katanya.

Sementara itu, R (33) Ibu korban mengaku setelah mengadukan perbuatan terlapor ke SPK Terpadu Polresta Palembang, keluarganya terus mendapati pengancaman dari sang nenek.

Bahkan nenek JW sering datang marah-marah ke rumah mereka pasca memberikan laporan.
"Saat kami tidak ada di rumah dia sering datang ke rumah dengan marah-marah," jelas dia.

4. Nenek JW diancam penjara 15 tahun atas perbuatan cabulnya

Melansir dari Sriwijaya Post, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengungkapkan saat ini status nenek JW ditetapkan sebagai kasus tersangka atas kasus dugaan pencabulan terhadap AR.

"Nenek JW semalam sudah kita amankan. Untuk statusnya ditetapkan sebagai tersangka," ujar Wahyu, Kamis (20/7/2017).

Kanit PPA Satreskrim Polresta Palembang, Ipda Henny Setianingsih juga menambahkan, atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 82 ayat 1 tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Nenek sudah ditetapkan tersangka. Maksimal ancaman hukuman penjara selama 15 tahun," jelas dia.

5. Alasan Nenek JW lakukan perbuatan cabulnya

Melansir kembali dari Sriwijaya Post, hubungan badan antara nenek JW dan korban ini berawal dari perilaku korban yang kerap memeluknya dari belakang.
Usai mendekap tersangka dari belakang, korban seringkali menggesekkan alat vitalnya sehingga membuat nenek terangsang.

"Dia itu gesek-gesek terus. Jadi siapa yang tidak nafsu. Lalu terjadilah hubungan badan antara kami berdua," jelasnya saat diamankan di Polresta Palembang, Kamis (20/7/2017).

Setiap kali melakukan hubungan intim bersama AR, suaminya Dimin (80) selalu ada berada di dalam rumah.

"Setiap berhubungan, suami saya ada. Tapi kami di belakang lakukannya. Sudah digesek-gesek saya terangsang. Buka celananya, saya mainin dulu barangnya baru main," jelas dia.

Mengutip dari Sriwijaya Post, berdasarkan hasil interogasi nenek JW terkait hubungan terlarang antara keduanya muncul lantaran keduanya sering berada di rumah sehingga timbul rasa sayang antara anak dan ibu.

"Awalnya rasa sayang ini muncul antara ibu dan anak. Namun lama kelamaan muncul hasrat untuk melakukan hubungan itu," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Palembang, Ipda Henny Setianingsih.
Bahkan, sang nenek pun mengaku dirinya siap menikahi AR jika bersangkutan menyetujuinya.

Hal ini dilakukan agar nenek JW dan korban terhindar dari dosa besar dan zinah.
"Rasa sayang itu kemudian berubah sehingga ingin hidup bersama. Agar tak lagi lakukan dosa besar ia pun siap menikahi korban," jelas Henny.[tb/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.