Pemblokadean Masjid Al Aqsa oleh Israel Penghinaan Bagi Umat Islam

Pemblokadean Masjid Al Aqsa oleh Israel Penghinaan Bagi Umat Islam


Jakarta, Kabarsatu – Penutupan Masjid Al Aqsa dan tindak kekerasan terhadap umat Islam Palestina oleh zionis Israel telah mengundang reaksi keras dari kaum muslimin Indonesia. Aksi bela Al Aqsa pun digelar di arena Car Free Day (CFD) Jakarta.

Seruan tuntutan pembebasan Masjid Al-Aqsa digaungkan Aliansi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsa (AIMMA) dalam aksi di seputaran Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi tersebut diikuti oleh ratusan peserta.

Aksi solidaritas yang diikuti berbagai elemen ormas Islam itu menuntut pengembalian hak asasi dalam beribadah bagi umat Islam Palestina. Pasalnya, pihak zionis Israel melarang kaum muslimin Palestina yang ingin memasuki masjid Al-Aqsa. Tak hanya itu, penjagaan ketat juga dilakukan dengan memasang pintu logam detektor di pintu masuk.

“Hak asasi kaum muslimin untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa direnggut dengan diblokadenya ini. Apakah kita harus minta izin kepada orang yang bukan pemilik masjid tersebut? Padahal ini masjid kita,” Koordinator aksi AIMMA, Ridwan Hakim kepada Kiblat.net di Bundaran HI, Jakarta pada Ahad (23/07)

“Terus diperiksa dulu sebelum masuk masjid ini. Nah ini sebenarnya adalah suatu yang menghinakan bagi Islam,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pasukan zionis Israel telah menutup akses bagi umat Islam Palestina untuk memasuki Masjid Al Aqsa. Protes terhadap aksi represif itu meluas dan mencapai puncaknya saat serangan Israel terhadap jamaah yang mengakibatkan 3 orang tewas serta ratusan orang lainnya luka-luka. Seorang Imam Al-Aqsa, Syaikh Ikrima Sabri juga terluka akibat serangan Israel.[panji/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.