Mesir Tangkapi Ratusan Mahasiswa Turkistan di Al-Azhar

Mesir Tangkapi Ratusan Mahasiswa Turkistan di Al-Azhar


Kairo, Kabarsatu – Rezim Mesir dikabarkan, Rabu (06/07), menggulirkan kampanye penangkapan terhadap ratusan mahasiswa Turkistan yang belajar di Universitas Al-Azhar di Kairo. Para mahasiswa Musim itu akan dipulangkan ke negara mereka.

Rabithah Ulama Ahlussunnah dalam situs resminya melaporkan bahwa rezim Mesir telah menangkap sebanyak 500 mahasiswa Turkistan. Para penuntut ilmu diciduk di tempat tinggal mereka, restoran dan tempat-tempat publik lainnya. Sebagian yang mencoba melarikan diri keluar dari Mesir juga ditangkap di bandara.

Menurut seorang mahasiswa Turkistan yang bersembunyi, para istri dan anak-anak serta mahasiswi ramai-ramai meninggalkan tempat tinggal mereka takut diciduk. Sementara tidak ada satu mahasiswa pun yang mengetahui kalau teman-teman mereka ditangkapi dan juga tidak diketahui lokasi penahanan yang sudah tertangkap.

Diduga kuat kampanye penangkapan ini buntut dari kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Mesir beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, China saat ini tengah menggencarkan memerangi umat Islam di wilayahnya dan sekitarnya.

Di sisi lain, bagi warga yang pulang secara suka rela pemerintah China juga akan menangkap dan mengadilinya. Hukuman yang dihadapai bervareasi mulai dari minimal 15 kurungan penjara hingga hukuman mati.

Warga Turkistan paling banyak dikenal publik yang sudah ditangkap adalah Habibullah Tochta. Ia mendapat gelar doktor dari Al-Azhar dalam bidang ilmu keislaman. Tochta pulang dengan suka rela untuk menghindari penyiksaan terhadap keluarganya. Ia ditangkap di bandara dan sudah divonis hukuman 15 tahun.[kiblat/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.