Kriminalisasi SMS Hary Tanoe, Fadli Zon: Hukum Kita Diperalat untuk Kepentingan!

Kriminalisasi SMS Hary Tanoe, Fadli Zon: Hukum Kita Diperalat untuk Kepentingan!
Kriminalisasi SMS Hary Tanoe, Fadli Zon: Hukum Kita Diperalat untuk Kepentingan!
Wakil Ketua DPR Fadli Zon


Jakarta, Kabarsatu - Kriminalisasi yang menimpa Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) melalui perkara SMS yang dikirimkannya ke Jaksa Yulianto disesalkan oleh banyak pihak. Publik dinilai makin tidak percaya dengan penegak hukum jika perkara itu terus berlanjut.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, perkara SMS itu memang bukanlah suatu kasus. Nyatanya, para oknum pejabat telah memanfaatkan wewenangnya untuk melanggengkan berbagai kepentingan.

"Menurut saya no case. Itu juga publik akan menilai bahwa hukum kita ini diperalat untuk kepentingan. Bisa politik, mungkin orang per orang, atau golongan," ujar Fadli.

Fadli menambahkan, hukum yang ada saat ini mempertontonkan bahwa melalui kekuasaan, orang atau kelompok bisa mempermainkan hukum. Akibatnya, hukum yang ada tidak lagi sebagai alat untuk keadilan melainkan untuk menjalankan kepentingan oknum tertentu.

"Yang jelas (hukum sekarang) bukan untuk menegakkan keadilan," ujarnya.

Sekadar informasi, Hary Tanoe ditersengkakan dalam perkara SMS dengan menggunakan Pasal 29 Jo 45b UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Penetapan tersangka melalui dasar hukum itu juga dinilai banyak pihak sangat janggal.

Melihat hal itu, publik, praktisi dan pakar hukum berkomentar agar Bareskrim Polri mencabut perkara SMS itu. Hal itu dinilai untuk menjaga marwah institusi hukum sehingga proses hukum ditegakkan secara adil.[ok/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.