HEBOH, Foto Kapolda Bersama Pelaku Pembacokan, Kata Polisi: Itu teknik, taktik penyidikan, Serta sisi humanis Polri

HEBOH, Foto Kapolda Bersama Pelaku Pembacokan, Kata Polisi: Itu teknik, taktik penyidikan, Serta sisi humanis Polri


Jakarta, Kabarsatu — Sebuah foto yang menunjukkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan duduk semeja dengan dua orang tersangka pembacokan Hermansya, ahli IT dari ITB beredar.

Yang membuatnya berbeda, foto tersebut dibubuhi tulisan PANTASKAH? Berwarna merah dengan modifikasi menyerupai tetesan darah di setiap ujung hurufnya.




Heboh berbagai komenter  datang dari Netizen

"Baru beberapa jam yg lalu Prof. Andi Hamzah berkata "Sekarang ini adalah puncak dari hancurnya Penegakan hukum", Terbukti, bisa ngopi. 🤔" ungkap akun @TerorisSocmed

"PELAKU PEMBACOKAN duduk manis 1meja dgn jajaran Polisi smbil dsuguhi Gorengan & Teh Manis,, #Akrobat #Dagelan #HukumdiRezimWakWaw" ungkap akun @Ra_Ria_Rana

 "Hebat ya..!!! Salut sama pelakunya bisa kaya yg akrab begitu." ungkap akun  @Vadafi88

"Bgmn rakyat bisa percaya kl liat foto ini... Apa ini cara baru utk interview pelaku sadis  ? Atau pengarahan sblm media bicara.. Wkwwkwk" ungkap akun @abdurachman212

"Hahah... Rezim ini emang aneh, dlu ane ditangkep krn melerai saudara yg tawuran aja smpai ditelanjangi cm pakai celdam doang pdhal ane saksi" ungkap akun @RiyadiUke

Menanggapi foto tersebut, Kadiv Humas Polda Metro Jaya Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan keadaan di mana Kapolda Metro Jaya dan dua orang tersangka yang duduk semeja merupakan suatu hal yang lumrah.

"Polri dari sisi humanis yang pertama adalah asas praduga tidak bersalah. Walau dia sudah mengaku, masih dalam proses kepolisian dianggap belum bersalah," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ketika ditanya wartawan mengenai foto tersebut.

Hal itu disampaikannya di Mabes Polri kepada wartawan di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2017).

Setyo menjamin tidak ada perlakukan khusus terhadap dua pelaku bernama Laurens Paliyama dan Edwin Hitipeuw tersebut. Hal itu biasa dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Tidaklah (perlakukan khusus). Semuanya kita lakukan sama. Kadang polisi harus memancing dulu, kita ajak makan dulu, supaya lebih terbuka," kata Setyo.

Polisi ingin melakukan pendekatan kepada pelaku dengan cara humanis. Hal tersebut salah satu cara penyidikan.

"Itu salah satu teknik dan taktik penyidikan. Jadi tidak ada masalah, mau ajak makan, ajak minum, untuk membuat terang penyelidikan dan penyidikan. Untuk membuat terang perkara," ucap Setyo.

Dalam foto tersebut, Iriawan duduk bersama Kapolres Depok Kombes Herry Heryawan, beberapa perwira, dan dua tersangka. Mereka terlihat berbincang di meja yang sama.

Di atas meja tersebut terdapat minuman dan makanan. Namun kedua tangan tersangka terikat tali.

Sebelumnya, polisi menangkap dua tersangka bernama Laurens Paliyama dan Edwin Hitipeuw pada Rabu (12/7) dini hari tadi di Sawangan, Depok. Saat ini keduanya telah berada di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pembacokan terhadap alumnus ITB itu terjadi di Tol Jagorawi sekitar Km 6, Jakarta Timur, pada Minggu (9/7) dini hari lalu. Saat itu mobil korban melintas di Tol Semanggi dan disalip mobil Honda City yang dikemudikan oleh Edwin, yang kemudian menyenggolnya.

Korban tidak terima dan mengejar pelaku. Hingga akhirnya korban menghadang Honda City. Percekcokan terjadi, hingga akhirnya teman Edwin, yaitu Laurens, bersama tiga pelaku lainnya datang menghampiri korban. Tersangka Laurens kemudian membacok korban dengan pisau yang dibawanya. [detik/fatur]

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3557508/penjelasan-polisi-soal-foto-kapolda-semeja-bareng-pembacok-hermansyah
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.